Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Menjadi Sasaran Minimnya Drainase

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 31 Januari 2019 - 19:32 WIB

TARAKAN – Daerah RT 63, Kelurahan Karang Anyar terbilang minim drainase. Akibatnya setiap hujan, warga yang tinggal di dataran lebih rendah selalu merasa was-was karena langganan banjir.

Ketua RT 63, Maria Renius mengatakan pembangunan drainase di daerahnya ini dapat dikatakan tidak beraturan. Di Jalan Matahari, khususnya lingkungan RT 63 ini sangat minim drainase.

Di beberapa titik jalan poros di bangun drainase. Namun sangat disayangkan, tidak tuntas. Dalam artian, di sebelah sisi kanan jalan terdapat drainase, tetapi di sisi kiri jalan belum dibangun drainse. Itu pun drainase yang ada saat ini terputus-putus dan tak kunjung dilanjutkan.

“Bermasalah dengan drainase. Ada drainase dibuat, tapi setengah-setengah. Di ujung ketemu ujung dibuat drainase, tapi di tengah-tengahnya tidak ada drainase, jadi terputus drainasenya,” jelasnya kepada Radar Tarakan.

Dia melanjutkan, ketika hujan, tidak ada wadah aliran air dari bukit. Alhasil, air langsung mengalir ke dataran yang lebih rendah yang berdampak pada permukiman warga.

“Itu dari Sekolah Swasta Indo Tionghoa tidak ada drainase. Masih banyak jalan yang belum ada drainasenya, jadi kalau hujan air langsung mengalir badan jalan turun ke bawah (yang lebih rendah),” lanjutnya.

Seperti di Gang Bintang ini rawan banjir. Meski warga setempat membuat parit darurat, tetapi alirannya tersumbat. Ketika air meluap, warga setempat merasa tidak nyaman lantaran aroma tak sedap.

“Di Gang Bintang sering banjir. Warga tidak tahan baunya, karena pembuangan dari rumah warga kan,” katanya.

Belum lagi di salah satu titik jalan poros RT 63 ini pun terancam amblas. Pasalnya di bagian tengah badan jalan, tidak dilakukan penyiringan. Warga pun sengaja memasang batang kayu, agar pengendara tidak terjun ke lubang. Belum lagi titik yang tergenang air, mempercepat kerusakan konstruksi jalan.

“Jadi sia-sia karena penyiringannya tidak dilanjutkan. Itu banyak yang terancam amblas, makanya ada warga yang buat penyiringan sendiri. Karena tidak ada drainase jadi jalannya juga cepat rusak,” bebernya.

Diharapkannya ke depan agar pembangunan drainase di lingkungan RT 63 ini merata. Khususnya di titik yang rawan genangan air.

“Semoga lah drainase ini dibuat. Banyak jalan yang belum ada drainasenya. Di sebelahnya ada drainase, tapi di sebelahnya lagi tidak ada,” tutupnya. (*/one/udn)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#Hallo RT #drainase