TARAKAN – Infrastrukur banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya warga RT 16, Kelurahan Karang Harapan. Di lingkungan RT 16 ini, masih banyak akses jalan yang belum disemenisasi. Salah satunya Gang Punti.
Selain jalannya yang berlubang dan bergelombang ini, terdapat juga jembatan alternatif dan tembusan ke beberapa RT. Namun sangat disayangkan, jembatan yang dicor ini amblas dan miring. Jika terus dibiarkan, terancam putus.
Sebenarnya Gang Punti ini merupakan akses terdekat dari beberapa RT. Sering pula dilewati anak sekolah, karena alternatif terdekat.
“Anak sekolah lewat di sini karena tembus. Bisa ke SMP Negeri 8, SD Negeri 029 dan Citra Bangsa. Tapi jalannya rusak, kalau hujan becek,” kata Muhammad Saleh selaku Ketua RT 16.
Namun akses jalan maupun penghubung di Gang Punti ini terbilang kurang nyaman dilewati. Termasuk jembatannya, yang menghubungkan ke Jalan Emsi. Lebar jembatan sekitar enam meter, yang dibangun sekitar empat tahun, bagian bawahnya terkikis sehingga jembatan amblas.
“Tanah bagian bawah jembatan terkikis air, jadi jembatannya miring. Sudah mulai turun, hampir roboh,” jelasnya.
Tahun-tahun sebelumnya sudah diusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang). Baik pembenahan akses jalan maupun jembatan, tetapi belum direalisasikan.
“Sudah juga kita usulkan, tapi tidak ada realisasinya sampai sekarang,” katanya.
Besar harapannya agar pemerintah ke depan dapat memprioritaskan pembangunan di lingkungan RT 16 ini. Sehingga perkembangan dan pembangunan kota pun dirasakan warganya. (*/one/udn)
Editor : anggri-Radar Tarakan