TARAKAN - Penurunan padaw tuju dulung menjadi puncak perayaan Iraw Tengkayu X 2019 yang dilaksanakan Minggu (22/12) di Pantai Amal, Tarakan Timur. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan dan memeriahkan kegiatan tersebut.
Kegiatan juga dihadiri oleh unsur pimpinan daerah di Tarakan. Kegiatan itu disambut dengan penuh sukacita. Iraw sendiri makna perayaan atau pesta, sedangkan tengkayu ialah pulau kecil yang dikelilingi laut. Dua kata ini merupakan berasal dari bahasa Tidung.
Sementara penurunan padaw tuju dulung merupakan upacara turun-temurun.
Seorang pawang padau atau perahu Zainuddin (60) menungkapkan iraw merupakan rangkaian ritual suku Tidung dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Sehingga rasa syukur tersebut diungkapkan melalui tarian serta penyerahan perahu ke laut.
“Ini sudah menjadi tradisi kami sejak dulu, kami selalu merayakannya untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT dengan menurunkan perahu ke laut sekaligus sebagai penolak bala supaya Tarakan dijauhkan dari musibah,” tukasnya, kemarin (22/12).
Selain menurunkan perahu ke laut, juga terdapat kegiatan tersebut tari-tarian yang dibawakan oleh pemuda-pemudi. Itu merupakan simbol kebahagiaan dan kerukunan. “Ini sebagai wujud kebahagiaan dan kerukunan. Tentu kami berharap semua masyarakat dapat merasakan kebahagiaan ini,” tukasnya.
Ia menjelaskan padaw tuju dulung yang artinya perahu 7 haluan. Padaw tuju dulung mempunyai 3 cabang yang disebut dengan haluan. Haluan pada bagian tengah dibuat 3 tingkat. Sementara 2 haluan lainnya, di kanan dan kiri perahu dibentuk menjadi 2 tingkat.
Jika dihitung semua tingkat yang ada di masing-masing haluan, maka total ada 7. Angka 7 melambangkan jumlah hari dalam seminggu yang digunakan sebagai perlambangan perjalanan hidup manusia yang harinya berulang setiap seminggu sekali.
Padaw tuju dulung yang diangkut oleh pemuda dicat dengan 3 warna berbeda, ada kuning, hijau, dan merah. Bagian dari perahu paling atas mempunyai cat yang berwarna kuning. Dalam budaya suku Tidung, warna kuning melambangkan kehormatan atau sesuatu yang ditinggikan.
Juga ada satu tiang yang paling tinggi melambangkan bahwa satu penguasa tertinggi alam semesta yaitu Allah SWT. Bagian tengah padaw terpasang 5 tiang. Jumlah tiang yang ada sebanyak 5 buah, merupakan perlambangan salat 5 waktu yang menjadi kewajiban umat Islam setiap harinya.
Selain itu, ia menjelaskan proses pembuatan perahu memakan waktu 1 bulan. Tidak ada ketentuan khusus dalam waktu pembuatan dan dikerjakan dengan apa. Ia menjelaskan semakin banyak masyarakat yang membantu, maka hal itu semakin baik. Meski demikian, ia menjelaskan jika perahu harus diangkat oleh 14 pemuda. Walau demikian, ia tidak mengetahui secara pasti ketentuan jumlah pengangkat perahu.
“Dalam waktu sebulan tergantung kemampuan, dibuat gotong-royong. Ini harus diangkat 14 orang. Ini dari nenek moyang begitu, belum tahu secara pasti alasan jumlah pengangkatnya ini,” tuturnya.
Mengenai sesaji yang diletakkan pada perahu, ia menjelaskan jika sesaji tersebut berupa telur, ketan 4 warna, beras kuning dan pisang. Makanan tersebut dimaksudkan untuk memberi bekal kepada arwah nenek moyang yang disampaikan melalui perahu.
“Iya di perahu juga ada beberapa sesaji. Itu kami titipkan untuk leluhur yang ada di laut. Nanti perahu itu yang mengantarkannya,” imbuhnya.
DIGELAR SETIAP TAHUN
Festival Iraw Tengkayu dipastikan akan digelar setiap tahun.
Hal itu diungkap Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. Jika kegiatan tersebut memiliki potensi dalam mengundang wisatawan berkunjung ke Tarakan. Sehingga menurutnya kegiatan tersebut seharusnya dapat dilaksanakan setiap tahun.
Diketahui, Iraw Tengkayu dilaksanakan dalam 2 tahun sekali. Oleh karena itu, menurut Khairul kegiatan tersebut merupakan potensi pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Alhamdulillah ini ada puncak pelaksanaan Iraw Tengkayu yang ke-10. Ini diawali sejak 7 Desember lalu, yang diikuti berbagai event ada olahraga, kesenian, perlombaan. Acara puncak ini ditandai dengan penurunan perahu. Iraw ini dilaksanakan sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta. Sekaligus sebagai penolak bala dan harapan agar mendapatkan masyarakat mendapatkan rezeki yang berlimpah," ujarnya, kemarin (22/12).
Ia menjelaskan selain mendapat perhatian cukup besar, alasan Pemkot Tarakan serius melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin tidak terlepas dari kalender Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemen-Ekraf). Selain itu Festival Iraw Tengkayu juga masuk dalam 100 event menarik di dunia.
"Jadi memang ini diskusi kami dari Kementerian Pariwisata sebenarnya di awal-awal saya menjabat, kami sudah berdiskusi dengan kawan-kawan dinas pariwisata untuk mengupayakan melakukannya setiap tahun. Karena ini juga bagian dari upaya menarik wisatawan ke Tarakan. Karena kalau 2 tahun sekali orang bisa lupa," tukasnya.
Sebagai bentuk keseriusan Pemkot Tarakan. Ia berencana akan membuat jadwal agenda kebudayaan dalam satu tahun yang dimaksudkan agar memudahkan warga di luar Tarakan mengetahui kegiatan akan dilaksanakan. Dengan begitu, wisatawan dapat mempersiapkan diri untuk menyaksikan acara tersebut.
"Oleh karena itu, mulai tahun depan bahkan ada mulai rangkaian, yang selama 1 tahun akan kami lakukan di Kota Tarakan. Dan nanti setiap acara kami akan buat jadwalnya supaya nanti enak menginformasikannya kepada masyarakat di luar. Mereka bisa mempersiapkan event mana yang mau dia kunjungi tahun ini," tukasnya.
Selain festival budaya, ke depan pihaknya mempertimbangkan mengembangkan objek wisata sejarah. Menurutnya selain kaya terhadap hasil alam Kota Tarakan juga kaya objek wisata. Sehingga ia menegaskan juga memiliki rencana dalam mengembangkan objek wisata sejarah.
"Di Tarakan ini ada banyak potensi yang bisa dikembangkan selain acara kebudayaan. Itu ada wisata sejarah. Tarakan memiliki banyak objek wisata sejarah. Apalagi sudah ada objek sejarah di sini yang terdaftar di arsip nasional. Sehingga mengapa tidak dikembangkan objek lainnya," tukasnya.
Wakil Gubernur Kaltara H. Udin Hianggio menilai jika Iraw Tengkayu dapat dilaksanakan setiap tahun dan dihadiri wisatawan maka dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Kaltara.
"Tentu sangat baik, kalau setiap tahun dan promosinya bagus. Untungnya tidak hanya pada Kota Tarakan, tapi juga berdampak positif bagi Kaltara karena meningkatnya perputaran uang," ulasnya. (*/zac/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan