TARAKAN – Pasangan bakal calon Irianto Lambrie-Irwan Sabri (IRAW) telah diusung 6 partai politik (Parpol), untuk maju pada perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, 9 Desember mendatang.
Dari 6 parpol tersebut, IRAW memperoleh 13 kursi. Jumlah yang telah melebihi batas minimal yakni 7 kursi. Rinciannya, PKS (3 kursi), PAN (2 kursi), NasDem (2 kursi), Golkar (4 kursi) serta masing-masing PBB dan Perindo dengan satu kursi. Penambahan satu parpol terbaru dari Partai Golkar, yang telah menetapkan bakal calon yang akan diusung pada pilkada.
Khusus di Kalimantan Utara, partai berlambang pohon beringin tersebut telah menetapkan bakal calon untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Bupati dan Wakil Bupati Bulungan serta Nunukan.
Seperti perkiraan semula, Partai Golkar akhirnya menjatuhkan pilihan pada pasangan IRAW. Hal itu dibenarkan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golkar Kaltara, Suharno. “Baru saya ditelepon, keputusan DPP mengarah kepada salah satu calon yaitu gubernur yang diberikan rekomendasi hari ini (kemarin, Red),” ucap Suharno, Minggu (12/7).
Dengan demikian, dipastikan Golkar mengusung Irianto Lambrie untuk kedua kali. Namun kali ini berpasangan dengan Irwan Sabri. Suharno menilai pilihan Partai Golkar kepada IRAW, karena luwes melakukan komunikasi dengan DPP. Selain itu, status petahana juga dinilainya punya pengaruh dalam pertimbangan partainya.
Adapun tindaklanjut dari keputusan DPP Partai Golkar, Suharno mengaku masih menunggu hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD Tingkat I Partai Golkar Kaltara pada 25 Juli di Tarakan.
Ketua terpilih nantinya punya tanggung jawab untuk menyosialisasikan yang menjadi keputusan DPP, terkait calon yang diusung. “Secara preogratif, harus mensosialisasikan calon yang didukung oleh partai Golkar,” ujarnya.
Selain menetapkan figur yang diusung untuk Pilgub Kaltara. DPP Partai Golkar pun telah mengeluarkan rekomendasi untuk bakal calon yang diusung pada Pilbup Bulungan dan Nunukan.
Di Bulungan, Golkar mantap mengusung kadernya, Syarwani berpasangan dengan Wakil Bupati Bulungan saat ini Ingkong Ala yang merupakan kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
“Hari ini (kemarin, Red) ada penyerahan rekomendasi untuk beberapa calon, Kabupaten Bulungan diberikan kepada Syarwani,” ungkapnya.
Sementara untuk Nunukan, rekomendasi meski belum mendapatkan informasinya. Namun, Suharno memastikan sudah diberikan kepada petahana Asmin Laura Hafid yang berpasangan dengan Hanafiah.
Partai Golkar masih menyisakan dua daerah lain, yakni Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Malinau. Kabar Golkar mengusung IRAW dibenarkan Juru Bicara Irianto Lambrie, Ricky Valentino. Rekomendasi diterima langsung calonnya dari Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
“Penyerahannya itu secara keseluruhan untuk wilayah Kalimantan pilkadanya. Di Kaltara ada tiga, yaitu gubernur sendiri,” ujar Ricky.
Dengan telah bergabungnya Partai Golkar, pihaknya akan mengumpulkan partai pengusung untuk konsolidasi memenangkan calonnya.
“Saya berharap insya Allah kita akan menang. Soal nanti mulus atau tidaknya, tergantung di lapangan,” harap Ricky.
Akan tetapi, Ricky Valentino mengaku calonnya masih fokus menyelesaikan rekomendasi partai untuk mengejar target tahapan yang harus selesai bulan ini. Partai yang masih diincar di antaranya Partai Demokrat.
“Demokrat masih berproses. Tak ada masalah, selama belum ada rekomendasi keluar dari partai tersebut, kami masih yakinlah. Termasuk Hanura, Gerindra, PDI Perjuangan sekalipun kami yakin,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Bulungan Rahman Padengka, membenarkan atas dukungan yang diberikan oleh DPP PAN kepada pasangan Irianto Lambrie dan Irwan Sabri (IRAW). Dukungan yang telah dikeluarkan pada 3 Juli lalu.
Rahman mengungkapkan, SK yang dikeluarkan sudah sesuai prosedur. Karena memang sudah dibentuk panitia pilkada di tingkat DPW dan melakukan seleksi. Namun, kata Rahman, panitia pelaksana tersebut kurang melakukan komunikasi ke DPP PAN. Sehingga pasangan bakal calon yang langsung lobi ke pusat.
“DPP PAN sudah mengeluarkan SK sejak 3 Juli lalu. Soal dukungan juga sudah sesuai prosedur,” terang Rahman. Adanya keputusan tersebut, maka seluruh kader PAN di Kaltara untuk bersama memenangkan pasangan IRAW.
Menurut Rahman, keputusan yang diambil DPP bukan semata-mata karena lobi. Melainkan angka survei pasangan tersebut menduduki peringkat pertama. (mrs/*/mts/uno)
Partai Pengusung IRAW
PKS : 3 kursi
PAN : 2 kursi
NasDem : 2 kursi
PBB : 1 kursi
Perindo : 1 kursi
Partai Golkar: 4 kursi
Total : 13 Kursi
Target Selanjutnya:
PPP : 1 kursi
PKB : 2 kursi
Sumber: Juru Bicara Irianto Lambrie, Ricky Valentino
Editor : uki-Berau Post