TARAKAN - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos dan PM) Tarakan sudah melakukan pembagian beras secara langsung di beberapa kelurahan yang ada di Tarakan. Pembagian beras kali ini, dilakukan oleh pihak Kementerian Sosial (Kemensos) yang hanya diperuntukkan bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Kepala Dinsos dan PM Tarakan, Dra Hj. Maryam menjelaskan bahwa pembagian beras seberat 15 kilogram (Kg) kali ini berasal dari bantuan Kemensos khusus diberikan kepada keluarga miskin yang terdaftar program PKH. Bantuan diberikan untuk bulan Juli sampai Semptember.
“Jadi dalam sebulannya 15 kg beras yang kita berikan, dan pemberian akan dilakukan selama 3 bulan dan jumlah keseluruhannya 45 kg. Untuk jumlah yang mendapatkan di Tarakan yaitu 3.900 lebih,” jelasnya.
Pihaknya bersama dengan Bulog sudah melakukan pengecekan kualitas beras yang dibagikan dari pusat tersebut, yakni untuk jenis beras yang dibagikan ke masyarakat yaitu jenis medium. Diakui Hj. Mariyak, dari hasil survei beras tersebut memang layak untuk dikomsumsi oleh masyarakat.
Sementara Kepala Bulog Tarakan Suharsana juga menambahkan bahwa saat ini program tersebut sudah berjalan yang jumlahnya mencapai 3.796 PKH. Untuk setiap bulannya para KPM PKH akan mendapatkan beras sebanyak 15 kg. Waktu pembagian beras pun, dilakukan berdasarkan imbauan dari Dinsos Provinsi Kaltara dimana di wilayah Kaltara dilakukan secara 3 bulan sekaligus, dan pembagian ini dilakukan per triwulan.
“Saya berharap apa yang kita berikan ini bisa dinikmati dengan harapan bisa dimanfaatkan di rumah masing-masing. Sedangkan untuk jenis beras yang disajikan adalah beras medium sesuai dengan permintaan Kementerian Sosial,” ungkapnya.
Untuk kualitasnya, diyakini Suharsana, tergantung dari penilaian masyarakat, tetapi pihak Bulog meyakini beras tersebut sudah memasuki kriteria yang bagus dan menyediakan yang terbaik. Sementara untuk ketersediaan stok besarnya selama 3 bulan ke depan ia menjamin semuanya sudah tersedia, baik itu untuk di Tarakan maupun yang ada di Kabupaten Bulungan.
“Untuk di Tarakan sudah kami siapkan seluruhnya termasuk juga untuk di Nunukan, KTT dan daerah Pulau Bunyu, akan didistribusikan melalui gudang yang ada di Tarakan. Sedangkan untuk di Jelarai, beras tersebut disiapkan untuk melayani daerah Kabupaten Bulungan, KTT dan juga Malinau, dan semuanya juga sudah siap. Prosesnya pun sudah berjalan seperti yang sudah dilaksanakan di Tarakan. Sedangkan untuk jumlahnya sekitar 600 ton lebih sudah siap secara keseluruhan,” jelasnya mendetail.
Ditambahkan Lurah Sebengkok Shahrir, pernah terjadi sebelumnya bahwasannya beras yang dibagikan tidak dapat dikonsumsi masyarakat. Tetapi kali ini, ia meyakini kualitas beras yang dibagikan sudah sangat bagus. Sehingga yang diharapkan pemerintah agar masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmatinya bisa tepat sasaran. “Dulu pernah ada masyarakat yang kembali menjual beras tersebut, karena kualitas yang kurang baik. Tetapi untuk saat ini kita berharap hal itu tidak lagi terjadi seperti dulu-dulu,” ungkapnya.
Diketahui, dari 315 penerima program bantuan beras yang ada di Kelurahan Sebengkok, bisa menikmati bantuan tersebut tanpa mengkhawatirkan akan dapat kualitas yang kurang baik. Bahkan sudah dilakukan uji coba kualitas beras tersebut. “Nantinya jika ada penerima yang ketahuan melakukan penjualan beras yang sudah dibagikan, dari kelurahan akan langsung melakukan pencoretan nama bagi orang tersebut,” tegasnya mengakhiri. (agg/fly)
Editor : anggri-Radar Tarakan