TARAKAN – Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Tarakan, Selasa (15/12), Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mendapatkan kado berupa benda sejarah perang dunia II. Benda tersebut berupa satu set seragam tentara Jepang dengan ikat kepala dan tempat makan. Termasuk tempat air minum dan tempat pistol pasukan Australia, yang diberikan oleh Komunitas Tarakan Tempoe Doeloe.
Wali Kota Tarakan Khairul menerima langsung benda bersejarah tersebut dari Ketua Komunitas Tarakan Tempoe Doeloe Nur Fadly Juliansyah di halaman parkir kantor Wali Kota Tarakan. Usai menyerahkan, Nur Fadly membeberkan benda bersejarah itu diperoleh dari warga Australia, Mr Gery Dearlove, anak pejuang Australia bernama Mr Ron Dearlove yang pernah berperang di Tarakan.
“Jadi beliau menyumbangkan satu set pakaian tentara Jepang. Terdiri dari ikat kepala, baju dan celana,” ujar Nur Fadly.
Menurutnya, ada beberapa barang bersejarah lagi yang tidak lolos dari Bea Cukai Tarakan. Karena merupakan senjata tajam dan pistol. Barang-barang tersebut diperkirakan merupakan barang rampasan perang.
Menurutnya, masih banyak barang bersejarah di Australia. Namun karena terkendala biaya pengiriman, pihaknya hanya bisa mengirimkan satu barang tersebut. Untuk mengirim barang tersebut, pihaknya menyiapkan dana sekira 1.000 Dollar Australia, yang diperoleh dari iuran komunitasnya dan bantuan dari teman-teman lainnya.
“Ya mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa bekerjasama. Kita bisa menjemput barang yang ada di sana, untuk koleksi museum sejarah Tarakan,” harapnya. Dengan diserahkannya benda bersejaraha tersebut, koleksi museum sejarah Perang Dunia II yang berlokasi di Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan, bertambah. (mrs/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria