Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sudah 157 Karyawannya Positif Covid-19, RSUD Tarakan Tutup Sementara (Lagi)

izak-Indra Zakaria • Rabu, 6 Januari 2021 - 22:24 WIB
DAMPAK COVID: Pengumuman yang terpasang di depan pintu masuk RSUD Tarakan bahwa ditutup sementara sejumlah pelayanan kesehatan, Selasa (5/1).
DAMPAK COVID: Pengumuman yang terpasang di depan pintu masuk RSUD Tarakan bahwa ditutup sementara sejumlah pelayanan kesehatan, Selasa (5/1).

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, kembali harus menutup sementara untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Penutupan tersebut dimulai sejak Selasa (5/1) hingga Minggu (10/1). Pelayanan yang ditutup meliputi semua layanan, kecuali Unit Gawat Darurat (UGD). Seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), instalasi rawat jalan (poliklinik), instalasi rehab medik (fisioterapi) dan instalasi bedah central elektif.

Kebijakan tersebut diambil karena Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kembali menerpa karyawan di rumah sakit yang dipimpin dr Muhammad Hasbi Hasyim. Data yang dirilis RSUD Tarakan pada Selasa (5/1), terdapat 157 karyawan yang terinfeksi Covid-19. “Kita ini kena musibah kembali lagi. Karyawan rumah sakit yang saya informasikan 113 orang, hari ini (kemarin, Red) menjadi 157 terkonfirmasi positif,” terang Hasbi.

Adanya karyawan yang terkonfirmasi positif tanpa gejala, membuat Manajemen RSUD Tarakan mengambil kebijakan untuk lakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara yang dirawat di rumah sakit ada 7 petugas. Terhadap karyawan RSUD Tarakan yang terkonfirmasi Covid-19 mencakup tenaga farmasi (58 orang), dokter spesialis (6 orang), dokter umum (5 orang), perawat dan bidan diperkirakan 50 orang serta staf 20 orang, termasuk satpam dan petugas laundry.

Jumlah itu, menurut Hasbi, kemungkinan bisa bertambah. Karena pihaknya melakukan tracing kasus di internal RSUD Tarakan terhadap mereka yang kontak erat dengan karyawan terkonfirmasi Covid-19.

Namun, ia belum mengetahui hasil tracing kasus selanjutnya. Tracing kasus dilakukan, menurut Hasbi, tidak ingin rumah sakit justru menjadi sumber penularan. Penambahan kasus ini cukup signifikan, yang mencapai kisaran 40 orang. Dari sehari sebelumnya berjumlah 113 kasus. Termasuk pasien yang sudah pernah terpapar, kembali terkonfirmasi positif.

Hasbi menilai hal itu memungkinan terjadi. Karena sampai sekarang belum ada referensi hasil penelitian yang membuktilkan pasien pernah terpapar Covid-19 akan mendapat kekebalan tubuh seumur hidup. RSUD saat ini hanya melayani masyarakat, yang benar-benar harus mendapatkan tindakan darurat. Sementara masyarakat yang hanya merasakan sakit ringan disarankan mendatangi fasilitas kesehatan lainnya.

Sementara itu, RSUD Tarakan telah merasakan dampak dari semakin meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di Bumi Paguntaka. Di mana seluruh bed di ruang perawatan pasien Covid-19 telah penuh. “Awal kami membuka ruang isolasi, disiapkan 57 bed. Akhir November itu sejak mulai kasus naik, kami siapkan kembali. Kemudian kami tingkatkan jumlah bed menjadi 70 lebih. Terakhir kami maksimalkan ruangan menjadi 100 bed dan sudah terisi penuh,” beber Hasbi.

Dengan kondisi itu, diharapkan ada upaya dilakukan Pemerintah Kota Tarakan menambah rumah sakit rujukan Covid-19. “Mungkin ada upaya dari dinas kota untuk berkoordinasi dengan rumah sakit lain yang belum ditunjuk sebagai rujukan Covid,” harapnya.

Rumah sakit milik pemerintah menjadi rumah sakit rujukan Covid-19, yakni RSUD Tarakan milik Pemprov Kaltara dan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) milik Pemkot Tarakan. Ada dua rumah sakit pemerintah lainnya yang belum ditunjuk. Yakni Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri dan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas Tarakan milik TNI AL. (mrs/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#kesehatan