TIDENG PALE – Kabupaten Tana Tidung (KTT) tepat berusia 16 tahun pada Kamis (10/8). Peringatan Hari Jadi KTT ini mengusung tema Upun Taka Bangkit dan Maju.
Bupati KTT Ibrahim Ali mengajak seluruh masyarakat untuk bekerjasama, bergotong royong. Dalam membangun daerah dan bangkit bersama, setelah pandemi serta maju meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian. Untuk bangkit dan maju, dibutuhkan kolaborasi dan profesionalisme.
“Agar tercapai pembangunan berkelanjutan serta perekonomian yang berkualitas. Namun tak melupakan asal usul sejarah dan budaya daerah sebagaimana makna Upun Taka,” jelas Ibrahim yang ditemui usai Paripurna Hari Jadi KTT.
Untuk mewujudkan visi dan misi kepemimpinan Ibrahim Ali-Hendrik, dirumuskan 10 program prioritas. Mencakup program KTT Sehat, KTT Pintar, dan KTT Ada. Kolaborasi melalui program KTT Terang, KTT Berdaya, KTT Digital, dan mercusuar pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem). Serta inovatif melalui program KTT Melayani, KTT Indah dan Desa Cermat.
“10 program kita itukan tujuannya mencerdaskan anak bangsa, memberikan pelayanan Kesehatan yang baik, menyiapkan pelayanan publik, infrastruktur serta pelayanan dasar lainnya,” ungkap mantan Ketua DPRD KTT itu.
Tentunya, lanjut Ibrahim, 10 program yang dilakukan berharap bisa terealisasi seluruhnya hingga tahun depan. Dari 10 program tersebut, harus mendapat dukungan masyarakat KTT. Karena pemerintah daerah tidak akan bisa mewujudkan visi dan misi, tanpa adanya dukungan dari masyarakat.
“Tak ada yang berat untuk menjalankan 10 program itu, kalau kita kompak dan sama-sama mengerjakan,” imbuhnya.
Untuk membangun KTT dengan 10 program prioritas itu, maka dibutuhkan dukungan masyarakat. Selama mewujudkan program-program tersebut, diakui Ibrahim, tidak ada hambatan. Berkaitan persoalan lahan dengan PT Inhutani, lanjut dia, hal itu bisa ditangani. Dengan membangun komunikasi, persoalan lahan sudah ada titik terang.
Yang jadi permasalahan mengenai lahan, karena membangun di areal HGB (Hak Guna Bangunan) Inhutani seluas 56 hektare. Pemkab pun harus membuat izin sewa-menyewa untuk membangun di lahan seluas 40 hektare. Seperti pembangunan Pendopo, rumah sakit, dan prasarana sekolah. Kesulitan pemkab, menurut Ibrahim, karena membangun di atas aset milik Inhutani. Meskipun bangunan gedung merupakan milik pemerintah daerah.
“Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya. Saya juga sudah membangun komunikasi dengan Menteri BUMN, karena Inhutani ini merupakan bagian dari BUMN,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, dari sewa menyewa lahan itu awalnya Inhutani meminta sekitar Rp 56 miliar. Akan tetapi, pemkab meminta sekitar Rp 10 miliar untuk proses pembayaran dilakukan tahun depan. “InsyaAllah itu akan menjadi aset pemkab. Selain aset lain yakni 400,42 hektare di pusat pemerintahan,” imbuhnya.
Untuk 10 program, diakui Ibrahim, ada beberapa yang belum bisa maksimalkan. Yakni program KTT Digital, KTT Melayani dan KTT Terang. Namun, untuk program lainnya pencapaian sudah di atas 60 persen.
Di lain pihak, Anggota DPRD KTT Hanapi menilai di usia ke-16 tahun ini, KTT harus terus berbenah dan bangkit. Peningkatan pelayanan publik harus lebih baik lagi dan peningkatan pembangunan infrastruktur fasilitas umum sudah terpenuhi.
“Seperti jalan, air bersih, jaringan listrik, tempat ibadah, Pelabuhan dan lainnya. Dapat segera menyelesaikan program atau kegiatan mercusuar pembangunan Pusat Pemerintah. Kami mendukung penuh visa dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” singkatnya. (uno2)
Editor : uki-Berau Post