Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dapat Beragam Ilmu Baru

uki-Berau Post • Selasa, 26 September 2023 - 01:56 WIB
KERJA BARENG: Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh, Alfredo Sardion Simarmata (kanan) dan Wahyu Riyadin, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong.
KERJA BARENG: Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh, Alfredo Sardion Simarmata (kanan) dan Wahyu Riyadin, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong.

Ada 1.403 mahasiswa dari berbagai daerah yang magang di Pemkot Surabaya lewat program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Mereka disebar di lima OPD. Setiap hari para mahasiswa itu terlibat dalam program kependudukan hingga pertanian.

 

AZAMI RAMADHAN, Surabaya

 

ALFREDO Sardion Simarmata tak ragu memilih Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya sebagai tempatnya magang. Dia tertarik mempelajari pemanfaatan lahan perkotaan yang terbatas untuk pertanian.

Sebelum mengambil keputusan, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh, itu sempat mencari informasi tentang pertanian di Surabaya. Hasilnya, DKPP Surabaya mampu menyulap tanah sempit menjadi lahan pertanian.

“Karena sudah yakin, langsung saya pilih,” ujar mahasiswa semester VII tersebut.

Wahyu Riyadin, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat, merasa beruntung bisa magang di DKPP Surabaya. Sebab, dia mendapatkan beragam ilmu baru. Salah satunya adalah urban farming. “Saya tertarik pada urban farming,” katanya.

Alfredo dan Wahyu merupakan dua mahasiswa yang mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di Surabaya. Total peserta MSIB tahun ini mencapai 1.403 mahasiswa. Mereka magang di lima OPD Pemkot Surabaya.

Salah satunya, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) dengan 398 peserta. Di dinas kesehatan (dinkes), ada 423 mahasiswa yang magang.

Lalu, di dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) dengan 109 mahasiswa. Di dinas komunikasi dan informatika (diskominfo), ada 48 peserta. Terakhir, 425 mahasiswa magang di DP3APKKB.

Menurut Alfredo, saat dirinya magang, ada beberapa kegiatan yang dikerjakannya. Namun, aktivitasnya tak melulu berkutat pada pertanian.

Mulai membantu masyarakat petani menanam tanaman, melihat langsung Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, hingga keliling Kota Pahlawan. Meski baru dua pekan, dia sudah menikmati sunset di Jembatan Suramadu.

“Ya, di bawah jembatan, pinggir pantai, sejarah kota juga kuat sekali,” papar Alfredo.

Lain halnya dengan Wahyu. Dia cukup sering mengunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS). “Kami juga sudah ke pasar Tugu Pahlawan pada Minggu pagi. Ramai sekali pengunjungnya,” tutur Wahyu disusul tawa.

Tak hanya belajar, peserta MSIB juga memberikan masukan kepada pemkot. Alfredo menemukan petani yang masih membakar hasil sisa pertanian. Menurut dia, tindakan itu harus ditinggalkan.

“Selain menimbulkan polusi, aksi itu berdampak buruk pada struktur tanah. Semestinya hasil sisa pertanian bisa diolah lagi untuk pupuk organik atau tanaman penutup tanah. Langkah itu tepat untuk mencegah erosi, menjaga kelembapan tanah,” ungkapnya.

Selama kegiatan, Alfredo dan Wahyu bersyukur dipertemukan dengan tim, mentor, dan pendamping yang sangat mendukung program MSIB. Waktu magang hingga akhir tahun mereka gunakan sebaik-baiknya untuk menyerap informasi dan ilmu baru.

“Yang pasti, kelak nanti kami kembali lagi ke Surabaya,” ujar Alfredo.

Jumlah mahasiswa yang mengikuti MSIB pada batch 5 tahun ini meningkat dua kali lipat. Tahun lalu total ada 607 mahasiswa. (*/c14/aph/jpg/uno)

Editor : uki-Berau Post
#feature