Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Laporan Palsu Ibu Muda di Tarakan Tidak Diproses dengan Alasan Kemanusiaan 

Indra Zakaria • Rabu, 31 Januari 2024 - 18:15 WIB
KONFERENSI PERS: Penemu bayi (bermasker) merupakan orangtua yang diduga membuat informasi palsu, Senin (29/1).
KONFERENSI PERS: Penemu bayi (bermasker) merupakan orangtua yang diduga membuat informasi palsu, Senin (29/1).

Perempuan muda satu ini melakukan hubungan intim di luar nikah, lantas hamil. Setelah melahirkan, dia membuat informasi palsu dengan berpura-pura menemukan bayi untuk menutupi hubungan gelapnya.

 

TARAKAN–Kasus penemuan bayi yang diduga ditelantarkan di Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Timur, pada 17 Januari 2024, terungkap. Penemu pertama perempuan berinisial AA ternyata adalah ibu kandung bayi tersebut. Dia sengaja membuat informasi palsu karena takut hasil hubungan gelapnya diketahui tetangga.

"Kami periksa saksi-saksi dari peristiwa itu. Akhirnya kami menyimpulkan kalau kejadiannya tidak seperti itu (ditelantarkan). Kami menyayangkan kejadian tersebut. Sehingga informasi yang tidak benar tersiar luas di kalangan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat menyampaikan informasi, sehingga kebenaran dari informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar, Senin (29/1).

Menurutnya, dalam kasus ini, ada potensi pelanggaran hukum pidana. Namun, pihaknya mempertimbangkan penanganan bayi selanjutnya oleh orangtuanya. "Dari kasus ini, yaitu mengacu ke Undang-Undang Perlindungan Anak. Anak harus mendapatkan haknya. Nasib bayinya juga jadi pertimbangan, bagaimana kelangsungan hidupnya ke depan. Kami harap kejadian ini tidak terulang," pesannya.

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Tarakan, Aiptu I Putu Suriada menegaskan, motif dari AA sebenarnya hanya untuk menutupi aib hasil hubungan gelap dengan kekasihnya berinisial JR. Kronologis yang disampaikan AA saat pertama kali menemukan bayi di lorong gang tidak benar adanya.

Saat itu, bayi masih dalam gendongan AA di rumahnya, tidak jauh dari TKP. "Bayi itu memang ada bersama AA, jadi tidak masuk dalam unsur pidana. Sisi kemanusiaannya dipertimbangkan juga. Pacarnya AA juga sudah diperiksa dan mengaku akan bertanggung jawab dan menikahi AA," tandasnya.

Dalam membuat skenario ini, lanjut dia, AA bekerja sendiri. Sementara untuk kedua temannya yang mendampingi AA ke polsek tidak mengetahui jika ada skenario tersebut. Untuk laporan palsu yang dibuat AA sebelumnya, masih dalam pemeriksaan.

Polisi sudah curiga kepada AA sejak ia melaporkan penemuan bayi ke Polsek Kawasan Pelabuhan. Lalu, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan disimpulkan bayi itu tidak ditemukan di ruko yang ia sebutkan saat itu. AA juga diketahui melahirkan bayinya di rumahnya seorang diri.

"Pacarnya selama ini tahu dia hamil. Masih ada hubungan tapi tidak terlalu tahu soal kelahiran bayinya. Pacarnya juga sudah menawarkan untuk menikah, tapi si AA katanya belum siap," katanya.

Disinggung mengenai kondisi kejiwaan AA, Putu menyebut seluruhnya normal. Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dokter di tempat fasilitas layanan kesehatan yang selama ini didatangi AA untuk memeriksakan kondisi janinnya selama masa kehamilan. Polisi juga menemukan bukti berupa buku kontrol kehamilan AA.

"Kita yakin dan simpulkan dia (AA) ibunya. Sudah diperiksa dokter juga. Perkiraan dokter dengan kelahiran bayi juga sesuai. Kami visum luar juga untuk mengetahui bahwa AA memang melahirkan bayi. Kondisi bayi laki-laki itu sudah berangsur membaik. Kami dengan instansi terkait untuk mengembalikan bayi ke orangtua kandungnya," tegasnya.

"Saya ingin merawat bayi itu tanpa aib. Saya melakukan ini karena tidak mau ketahuan (hasil hubungan gelap) orang sih. Saya belum siap untuk membangun rumah tangga. Kalau merawat bayi saya yang akan rawat bayi itu sendiri. Saya akhirnya mengaku karena saya menginginkan bayi itu," beber AA.

Dia pun masih menunggu proses yang berjalan ke depan untuk dapat kembali merawat bayinya. Diketahui, bayi tersebut saat ini masih dalam penanganan di Dinas Sosial Kota Tarakan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tarakan atas kejadian yang sempat menghebohkan ini. AA mengharapkan dari kesalahan ini untuk berbenah diri.

Dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, ia menyampaikan rasa permohonan maaf yang tulus atas tindakan saya yang keliru. Ia menyadari bahwa laporan yang tidak benar akan membuat pelanggaran hukum.

"Untuk itu, dengan rendah hati meminta maaf kepada Polres Tarakan, KSKP, Dinas Sosial dan masyarakat. Saya berjanji tidak akan terlibat lagi dalam tindakan yang merugikan masyarakat dan lembaga yang ada," katanya. (sas/kpg/kri/k8)

 

 

Editor : Indra Zakaria
#tarakan