Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dampak Curah Hujan Tinggi, Jalur Poros Berau-Bulungan Longsor, Perbaikan Masih Sementara

Indra Zakaria • Kamis, 7 Maret 2024 - 15:02 WIB

AKSES: Kondisi kerusakan di Jalan Berau-Bulungan baru-baru ini.
AKSES: Kondisi kerusakan di Jalan Berau-Bulungan baru-baru ini.
 

TANJUNG REDEB–Koordinator lapangan ruas jalan nasional di Berau Supriyanto menjelaskan, longsor terjadi Senin (4/3) lalu. Di mana pada ruas jalan tersebut ambles di hampir dua rusa jalan. Sehingga kendaraan tidak bisa melintas. “Sejak malam tadi, saya berada di lokasi untuk melakukan penanganan,” ungkapnya.

Pada Selasa (5/3), dia mengatakan, penanganan telah dilakukan, namun sifatnya hanya sementara agar arus lalu lintas bisa lancar. “Alhamdulillah sudah tertangani, sudah bisa lancar, kerusakannya sudah tidak terlalu besar,” jelasnya.

Diakui, kerusakan jalan memang cukup dalam. Sehingga, sejak malam kejadian dirinya mengambil langkah melakukan penimbunan menggunakan tanah sebagai penanganan awal dan tidak menyebabkan putusnya akses transportasi masyarakat.

Karena penanganan masih bersifat sementara, maka pihaknya segera melakukan pengusulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar mendapatkan pekerjaan perawatan permanen pada ruas jalan tersebut. “Sehingga bisa kembali normal seperti semula,” terangnya.

Dia pun belum bisa memastikan kapan pekerjaan itu bisa dilaksanakan. Sebab, dalam waktu dekat dirinya akan mengajukan desain penanganannya seperti apa. “Itu kita belum tahu, karena mau ajukan desain penanganannya seperti apa baru bisa dikerjakan,” ujarnya.

Dikatakan, memang curah hujan yang tinggi belakangan menyebabkan terjadinya longsor akibat limpasan air hujan yang tidak sedikit. Hal inilah yang menyebabkan ruas jalan di Kilometer 38 mengalami longsor. “Kemungkinan ada celah air masuk jadi menyebabkan longsor,” terangnya.

Dijelaskannya, ternyata tidak hanya pada ruas jalan Kilometer 38 yang mengalami longsor. Dikatakan Supriyanto, terdapat dua titik lagi yang rawan longsor. Apalagi saat ini tengah memasuki masa musim hujan. “Kemarin prioritas itu ada dua titik lagi, cuma ini mengusulkan ke kementerian untuk menganggarkan itu,” jelasnya.

Untuk kedua titik lainnya, dikatakan berada di ruas Kilometer 21 dan 25. Di mana pada kedua titik itu terjadi keretakan jalan yang implikasinya ditakutkan akan terjadi hal serupa seperti di Kilometer 38 yang menyebabkan jalan longsor. “Pada Kilometer 21 dan 25 sudah ada keretakan, sehingga ini memerlukan penanganan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau Junaidi mengatakan, kerusakan jalan terjadi pada ruas jalan nasional. Sehingga, dia sejauh ini selalu melakukan koordinasi kepada petugas Balai Jalan Nasional (BJN).

Namun, karena terdapat perwakilan di Berau, sehingga selama ini belum ada usulan atau bersurat terhadap penanganan jalan yang sifatnya serius. “Sejauh ini, kalau ada kerusakan jalan nasional kita langsung koordinasi,” ungkapnya.

Dia pun berkomitmen untuk melakukan koordinasi intens jika terjadi kerusakan jalan nasional yang memiliki kondisi parah. Sebagaimana jalan tersebut juga merupakan akses masyarakat dan mobilisasi kegiatan masyarakat sehari-harinya. “Jika memang ada, yang sekiranya harus dibicarakan secara khusus kami siap dan akan melaksanakannya,” pungkasnya. (sen/ind/k8)

Editor : Indra Zakaria