TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan memberikan catatan khusus mengenai dinamika kasus HIV/AIDS di wilayahnya sepanjang tahun 2025. Meski secara angka tidak menunjukkan lonjakan yang drastis, namun pola penularan virus ini terpantau kian meluas dan merambah berbagai lapisan masyarakat.
Berdasarkan data terbaru hingga Oktober 2025, tercatat ada 98 kasus baru yang ditemukan. Angka ini dinilai masih relatif stabil jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun 2024 yang juga berada di kisaran 90-an kasus.
Dari Kelompok Berisiko ke Masyarakat Umum
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tarakan, Rinny Faulina, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada lonjakan signifikan secara kuantitas, pihaknya menaruh perhatian serius pada sebaran demografi penderita.
Selama ini, kelompok Wanita Pekerja Seksual (WPS) memang masih menjadi penyumbang dominan sumber penularan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa virus ini tidak lagi hanya berputar di lingkaran tersebut. Dinkes mencatat temuan kasus yang kini tersebar di berbagai kelompok, antara lain Lelaki Seks Lelaki (LSL), Kelompok Waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) dan masyarakat umum.
Meluasnya penularan ke masyarakat umum menjadi sinyal bahwa edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya HIV harus menyasar seluruh elemen warga, bukan hanya kelompok tertentu.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk tidak abai terhadap pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki perilaku berisiko. Langkah deteksi dini sangat krusial agar mata rantai penularan bisa segera diputus dan penderita bisa mendapatkan akses pengobatan Antiretroviral (ARV) sesegera mungkin guna menjaga kualitas hidup. (*)
Editor : Indra Zakaria