TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bulungan terus memacu pembangunan infrastruktur jembatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Hingga tahun 2025, total panjang jembatan di Bumi Tenguyun tercatat telah mencapai 1.891,6 meter, dan angka ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan program pembangunan serta rehabilitasi yang sedang berjalan.
Kepala DPU-PR Bulungan, Khairul, menyatakan bahwa peningkatan infrastruktur jembatan merupakan prioritas daerah untuk membuka akses transportasi yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat wilayah. Pada tahun anggaran berjalan, pihaknya telah merencanakan pengerjaan jembatan dengan total panjang mencapai 375,42 meter yang tersebar di berbagai kecamatan.
Fokus pembangunan diarahkan pada ruas-ruas strategis, seperti Jembatan Tanjung Palas–Salimbatu sepanjang 30 meter yang menggunakan konstruksi komposit girder baja. Selain itu, untuk wilayah dengan akses terbatas, DPU-PR mengandalkan konstruksi tipe Bailey sebagai solusi cepat dan efektif. Beberapa titik yang menggunakan tipe ini antara lain Jembatan Sei Antutan, Jembatan Sei Mait di ruas Gunung Sariang–Peso dan Long Bia–Long Lasan, serta jembatan penghubung di Desa Sajau Hilir.
Khairul juga merinci pembangunan jembatan dengan skala yang lebih kecil namun vital bagi warga, seperti Jembatan Terindak di Sekatak dan Jembatan Pertanian di Desa Karang Agung. Selain membangun struktur baru, aspek pemeliharaan jembatan lama tetap diperhatikan melalui program rehabilitasi. Contohnya adalah perbaikan Jembatan Jerambah Tias di Tanjung Palas Tengah dan Jembatan Kayu RT 14 Antal yang memiliki panjang hampir 100 meter.
Melalui upaya masif ini, pemerintah daerah berharap distribusi hasil pertanian dari pedesaan menuju kota semakin lancar. Khairul menegaskan bahwa terjaganya keamanan dan kelayakan jembatan merupakan kunci utama dalam mendukung pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Kabupaten Bulungan. (*)
Editor : Indra Zakaria