TARAKAN – Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Juwata Tarakan secara resmi memulai pelaksanaan program Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang untuk Tahun Anggaran 2026. Program yang merupakan kebijakan strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas di wilayah pedalaman dan perbatasan Provinsi Kalimantan Utara yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha BLU UPBU Juwata Tarakan, Firmanto Kamal, menjelaskan bahwa penerbangan perintis memiliki peran krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pemerataan pembangunan di Bumi Benuaanta. Dengan adanya subsidi ini, masyarakat di daerah terpencil dapat lebih mudah mengakses layanan dasar seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga mendukung perputaran roda ekonomi lokal.
Untuk pelaksanaan tahun ini, PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air kembali dipercaya sebagai penyedia jasa angkutan setelah melalui proses pemilihan resmi. Penerbangan perdana telah mulai mengudara sejak Senin kemarin dan dijadwalkan akan terus melayani masyarakat hingga akhir Desember mendatang. Kehadiran maskapai ini diharapkan menjadi solusi bagi daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi darat maupun air.
Rute-rute yang dilayani dalam program ini mencakup jalur yang menghubungkan Kota Tarakan dengan berbagai titik strategis di pelosok Kaltara, seperti Long Bawan, Long Apung, Malinau, Nunukan, dan Tanjung Selor. Selain itu, jangkauan penerbangan juga menyentuh wilayah Maratua, Mahak Baru, Data Dian, Long Sule, hingga Long Layu. Pemerintah memastikan tarif yang dikenakan tetap terjangkau oleh semua lapisan masyarakat karena mengikuti regulasi subsidi yang telah ditetapkan.
Dalam menjaga aspek keselamatan dan kelancaran operasional, pihak bandara terus bersinergi dengan AirNav Indonesia, pemerintah daerah, serta operator penerbangan. Masyarakat pun diimbau untuk aktif memantau informasi resmi terkait jadwal penerbangan melalui kanal komunikasi yang tersedia. Melalui program ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan dapat terpacu seiring dengan semakin terbukanya akses antarwilayah.
Editor : Indra Zakaria