TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menorehkan prestasi membanggakan di awal tahun 2026. Bumi Benuanta secara resmi dinobatkan sebagai provinsi dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Capaian prestisius ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, saat menghadiri kegiatan jalan sehat yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltara di Tanjung Selor, Selasa (6/1). Menurut Gubernur, keberhasilan menduduki peringkat pertama nasional ini merupakan buah dari kerja kolektif yang solid antara instansi vertikal, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat akar rumput.
"Indeks kerukunan umat beragama Kaltara pada 2025 berada di peringkat satu nasional. Ini menunjukkan bahwa kerja sama yang kita bangun selama ini membuahkan hasil positif," ungkap Zainal usai kegiatan.
Meskipun memuncaki peringkat nasional, Gubernur Zainal mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa mempertahankan harmoni di tengah keberagaman etnis dan agama jauh lebih sulit daripada meraihnya. Ia meminta agar kerukunan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi dirawat melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
“Mempertahankan itu jauh lebih sulit. Dibutuhkan konsistensi, pertemuan rutin, serta kegiatan sosial lintas umat beragama agar harmoni ini tetap terjaga secara alami dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Zainal mengapresiasi peran strategis Kanwil Kemenag Kaltara dalam memfasilitasi dialog antarumat beragama di wilayah perbatasan. Namun, ia kembali menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan ini tetap terletak pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga toleransi dan komunikasi yang inklusif.
Melalui pencapaian ini, Kalimantan Utara diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam pengelolaan keberagaman. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan angka indeks tersebut benar-benar mencerminkan kedamaian yang dirasakan oleh seluruh warga Kaltara tanpa terkecuali. (dksip)
Editor : Indra Zakaria