TANJUNG SELOR – Kabar gembira datang dari sektor kedaulatan pangan di Kalimantan Utara (Kaltara). Sepanjang tahun 2025, Bumi Benuanta mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan produksi padi yang sangat signifikan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mengonfirmasi bahwa stok beras lokal berada dalam posisi aman berkat kerja keras petani di wilayah andalan seperti Bulungan dan Malinau.
Transformasi ini terlihat jelas dari luas bentangan sawah yang berhasil dipanen. Jika pada 2024 luas panen hanya berkisar di angka 8.282 hektare, tahun 2025 angka tersebut melompat tajam menjadi 10.210 hektare atau naik sekitar 23,27 persen.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengungkapkan bahwa peningkatan luas lahan ini berdampak langsung pada jumlah gabah yang dihasilkan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kaltara berhasil memproduksi 46.598 ton Gabah Kering Panen (GKP), sebuah lompatan besar dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 36.849 ton.
“Produksi tertinggi terjadi pada Februari 2025 dengan capaian 8.691 ton GKP. Pergeseran puncak panen dari Januari ke Februari ini menunjukkan adanya dinamika musim tanam yang justru memberikan hasil lebih maksimal,” ujar Mustaqim dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Jika dikonversikan ke dalam konsumsi rumah tangga, total produksi padi Kaltara sepanjang 2025 setara dengan 22.550 ton beras. Angka ini naik 4.718 ton dibandingkan tahun 2024, sebuah sinyal positif bagi stabilitas harga pangan di pasar lokal.
Secara kewilayahan, Kabupaten Bulungan masih memegang mahkota sebagai lumbung pangan terbesar di Kaltara, disusul oleh Kabupaten Malinau yang juga mencatatkan kenaikan produksi yang impresif. Sementara itu, Kabupaten Nunukan mengalami sedikit penurunan produksi, dan angka terendah tercatat di wilayah perkotaan seperti Tarakan dan Kabupaten Tana Tidung.
“Meski secara umum meningkat, kenaikan signifikan di Bulungan dan Malinau menjadi penopang utama ketersediaan pangan kita tahun ini,” tambah Mustaqim.
Optimisme tidak berhenti di tahun 2025. BPS memproyeksikan tren positif ini akan terus berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026. Potensi luas panen pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan menembus 5.218 hektare, naik 17,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan perluasan lahan tersebut, produksi padi awal tahun ini diprediksi akan menyentuh angka 23.166 ton GKP. Dengan dukungan cuaca yang mendukung dan infrastruktur pengairan yang terus dibenahi, Kaltara kini menapakkan kaki lebih kuat untuk mengurangi ketergantungan beras dari luar daerah. (*)
Editor : Indra Zakaria