PROKAL.CO-Suasana penyusunan pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026-2030 mendadak mencekam. Rapat Tim Formatur yang digelar pada Minggu malam lalu terpaksa bubar tanpa hasil alias deadlock setelah tensi ruangan memuncak akibat adanya intervensi dari pihak luar. Padahal, forum yang dipimpin langsung oleh Ketua Terpilih KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, awalnya berjalan sangat kondusif. Dinamika mulai terasa hangat saat Gazali, anggota tim formatur yang mewakili suara 10 KONI Kabupaten dan Kota, memaparkan nama-nama usulan daerah yang sebenarnya sempat terakomodasi dengan baik.
Sayangnya, keharmonisan itu pecah berantakan ketika seorang oknum dari luar tim formatur tiba-tiba merangsek masuk ke dalam ruangan. Tanpa basa-basi, oknum tersebut menyela dan membantah hasil pembahasan yang sedang berjalan dengan penilaian yang sangat personal. Intervensi sepihak ini sontak memicu ketersinggungan bagi sejumlah anggota formatur. Merasa forum tidak lagi dihargai, beberapa anggota memilih angkat kaki alias walk out dari ruangan. Melihat situasi yang makin tidak terkendali, Ketua Anderiy Syachrum langsung mengambil tindakan tegas dengan mengetuk palu dan menyatakan, "Rapat malam ini saya nyatakan deadlock."
Akibat insiden tersebut, kelanjutan pembahasan kini diselimuti misteri. "Selanjutnya akan ditentukan kemudian. Untuk menghindari masuknya kembali oknum-oknum di luar formatur, agenda rapat berikutnya akan dirahasiakan," ujar sebuah sumber media yang membenarkan kronologi keributan tersebut.
Meski berakhir menggantung, aroma bocoran mengenai siapa saja yang bakal mengisi posisi elite di struktur teras KONI Kaltim justru makin santer terdengar. Informasi dari internal tim menyebutkan bahwa posisi strategis seperti Sekretaris Umum sebenarnya sudah dikantongi dan diputuskan oleh sang ketua terpilih. Begitu pula dengan posisi Ketua I dan Ketua II yang kabarnya sudah mengarah pada nominasi kuat, sementara nama Nindya Listiyono disebut-sebut menjadi calon tunggal yang paling diunggulkan untuk mengisi kursi Ketua III.
Di sisi lain, gejolak ini tidak menyurutkan komitmen tim formatur daerah untuk tetap setia pada barisan awal. Gazali dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan tetap pasang badan dalam menyusun kepengurusan ini. "Kita ini bekerja sudah sejak awal, bahkan sejak bulan puasa demi memenangkan Pak Anderiy. Oleh karena itu, aspirasi dari daerah dan cabor pendukung harus tetap dikawal dengan baik," tegas Gazali saat dimintai keterangan. Kini, publik olahraga Benua Etam pun berspekulasi dan menunggu dalam senyap, kapan dan di mana kelanjutan rapat tertutup tersebut akan kembali digelar. (*)
Editor : Indra Zakaria