Siasat BRIDA Kaltim Bertahan di Tengah Krisis Anggaran: Potong Sampel Riset hingga Incar Dana Luar Negeri

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:15 WIB
​Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah
​Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah

SAMARINDA — Dampak efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini mulai menjangkau sektor penelitian. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim harus memutar otak setelah alokasi anggarannya terjun bebas, dari yang sebelumnya mencapai Rp 30 miliar kini tersisa sekitar Rp 19 miliar.

Penyusutan ini membuat ruang gerak lembaga riset daerah kian terbatas, mengingat mayoridad dana yang ada terserap untuk biaya operasional pegawai.

Kendati demikian, BRIDA Kaltim berkomitmen tidak akan mengorbankan kuantitas target tahunan. Target 20 hingga 30 judul penelitian dipastikan tetap berjalan setiap tahun. Sebagai komprominya, strategi efisiensi diterapkan dengan memangkas cakupan wilayah sampel riset di lapangan.

Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, menjelaskan bahwa biaya pengumpulan data dan pengujian di laboratorium mitra menjadi komponen anggaran terbesar, terlebih BRIDA belum memiliki laboratorium sendiri. Jika sebelumnya riset mengambil data dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim, kini jangkauannya terpaksa disempitkan.

"Biasanya penelitian kami mencakup seluruh kabupaten/kota, sekarang terpaksa hanya tiga daerah saja. Memang ada pengaruh terhadap hasil, tetapi dengan metodologi yang disesuaikan kami berharap riset tetap bisa berjalan," ungkap Fitriansyah.

Selain menyiasati metodologi dan jumlah sampel, BRIDA Kaltim aktif menggandeng perguruan tinggi melalui skema cost sharing atau pembiayaan bersama. Pola kolaborasi ini dinilai ampuh menekan pengeluaran kas daerah tanpa menelantarkan agenda penelitian.

Tak berhenti di situ, BRIDA Kaltim kini mulai melebarkan sayap untuk mencari sumber pendanaan alternatif demi menjaga napas riset daerah. "Kami mulai mencari pendanaan riset dari luar, termasuk mengejar skema pendanaan dari luar negeri," tegasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
BRIDA Kaltim