TENGGARONG – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memfinalkan persiapan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2025. Puncak festival budaya ini juga bertepatan dengan peringatan 243 tahun Kota Tenggarong.
Perwakilan Kesultanan, Pangeran Noto Negoro Heriansyah menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah tetap berjalan harmonis, namun prosesi adat yang bersifat sakral sepenuhnya menjadi kewenangan Kesultanan.
“Kita telah finalisasi Erau 2025, dan pemerintah daerah memang bagian dari periodesasi Kesultanan terdahulu. Tetapi inti tradisi tetap dikelola oleh Kesultanan,” ujarnya, Rabu (3/9).
Erau 2025 akan menampilkan beragam ritual adat yang menjadi identitas Kesultanan, mulai dari prosesi sakral seperti mendirikan tiang ayu, bepelas hingga beluluh sultan di Kedaton. Hingga tradisi Belimbur sebagai puncak acara.
Kesultanan juga sudah menyiapkan dua replika naga laki dan naga bini yang akan dilarungkan dari Keraton menuju Kutai Lama sebagai bagian dari napak tilas legenda Putri Karang Melenu.
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin juga secara khusus telah mengundang Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana untuk hadir dalam puncak acara pada 28 September 2025.
“Ibu Menteri Pariwisata dijadwalkan hadir khusus memenuhi undangan Sultan. Kehadiran beliau tentu menambah semarak, namun kesakralannya tetap kami jaga,” jelas Heriansyah.
Ia menekankan bahwa Erau bukan sekadar pesta budaya, melainkan juga wadah rekonsiliasi sekaligus penguatan nilai luhur masyarakat. Sebagaimana ada empat fondasi Bhineka Tunggal Suaka yang dijaga dalam Kesultanan; adat, adab, budaya, dan agama.
“Dengan falsafah itu, kita saling menguatkan sekaligus menyatukan perbedaan. Erau diharapkan memperkuat persatuan lintas suku, menjaga kondusivitas, sekaligus menjadi spirit membangun Kutai Kartanegara yang lebih sejahtera,” tutupnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria