PROKAL.CO, TENGGARONG – Banjir kembali melanda Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (12/1). Bencana tersebut merendam hampir seluruh wilayah kecamatan, melumpuhkan aktivitas masyarakat, mengganggu akses transportasi, serta menghentikan sementara kegiatan pendidikan.
Banjir mulai terjadi sejak Minggu (11/1) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tabang hingga menjelang subuh. Akibatnya, 18 dari 19 desa di kecamatan tersebut terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Camat Tabang Rakhmadani Hidayat menjelaskan, di lima desa yang berada di zona hulu, yakni Desa Muara Tiq, Muara Belinau, Muara Kebaq, Muara Salung, dan Muara Tuboq, ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
“Di beberapa titik air setinggi pinggang orang dewasa, bahkan ada yang sampai sedada,” ucap Rakhamdani.
Ia menyebutkan, banjir awalnya melanda desa-desa di wilayah hulu dan tengah Kecamatan Tabang. Namun, pada Senin, genangan air mulai bergeser ke wilayah hilir.
Awalnya, Rakhmadani menyebut ada 13 desa di zona hulu dan tengah yang terdampak. Hari ini bergeser ke hilir, sehingga enam desa kembali terendam, yakni Desa Buluk Sen, Ritan Baru, Muara Ritan, Long Lalang, dan Gunung Sari.
"Memang ini banjir kiriman dari wilayah hulu. Bahkan, genangan air diperkirakan akan terus bergerak ke wilayah Kecamatan Kembang Janggut dan Kenohan," ujarnya.
Selain permukiman, banjir juga merendam jalur poros PU di Desa Kelekat yang menghubungkan Kecamatan Tabang dengan Kecamatan Kembang Janggut. Kondisi ini menyebabkan mobilitas masyarakat terganggu.
Dampak banjir turut dirasakan di sektor pendidikan. Hingga Senin, proses belajar mengajar belum dapat berjalan normal karena sejumlah sekolah masih terendam air.
“Banyak guru tinggal di luar desa, jadi kesulitan mengakses sekolah karena jalan masih tergenang,” katanya.
Terkait jumlah warga terdampak, pihak kecamatan belum dapat memastikan data pasti. Saat ini, pemerintah desa masih fokus melakukan penanganan darurat di wilayah masing-masing.
“Data detail warga terdampak belum kami himpun. Namun, dari 18 desa yang terendam, hampir seluruh warga terdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Tabang IPTU Aldino Subroto mengatakan, kondisi banjir di beberapa desa mulai berangsur surut, meski sebagian wilayah lainnya masih tergenang.
“Kami dari kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak terkait, meskipun personel kami juga ikut terdampak banjir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evakuasi warga belum dilakukan karena sebagian besar rumah masyarakat merupakan rumah panggung, sehingga warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Namun, banjir menyebabkan pemadaman listrik sejak Minggu.
Saat ini kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan PLN, BPBD, dan Basarnas. Listrik dipadamkan karena debit air cukup tinggi dan dikhawatirkan membahayakan warga.
"Saat ini distribusi logistik juga terkendala karena akses jalan terputus,” pungkasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria