SAMARINDA – Menyongsong tahun baru, arah mode muslimah di Indonesia mulai menunjukkan titik terang. Dalam rangkaian Festival Islami, Doa, dan Sholawat Akhir Tahun 2025, tren hijab tahun 2026 menjadi topik utama yang menyedot perhatian para pecinta fesyen di Kalimantan Timur.
Bincang inspiratif bertema “Tren Mode Hijab 2026” ini digelar di halaman Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Center Kaltim, Senin (29/12/2025). Acara ini menghadirkan sosok berpengaruh di industri modest wear tanah air, Istafiana Candarini, Founder dari jenama ternama Kami Idea.
Tren 2026: Keanggunan yang Praktis
Istafiana Candarini mengungkapkan bahwa kunci utama tren hijab pada 2026 adalah keseimbangan antara estetika dan fungsi. Menurutnya, perempuan modern kini lebih selektif dalam memilih busana yang tidak hanya terlihat cantik di kamera, tetapi juga nyaman digunakan untuk mobilitas tinggi.
“Tren 2026 akan berfokus pada bagaimana tetap tampil modis dan stylish, namun tetap praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kebutuhan utama pengguna hijab adalah pakaian yang sopan, nyaman, dan selaras dengan gaya hidup aktif mereka,” ujar Istafiana.
Beberapa poin penting tren hijab 2026 yang disoroti meliputi penggunaan bahan katun yang ringan dan sejuk tetap menjadi primadona. Pilihan warna yang lebih soft dan selaras dengan alam (earthy tones) diprediksi akan mendominasi awal tahun. Koleksi yang mudah dipadupadankan (versatile) untuk berbagai acara, dari formal hingga santai.
Mengintip Koleksi "Alura"
Sebagai gambaran nyata tren mendatang, Kami Idea memamerkan koleksi terbaru bertajuk Alura. Koleksi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan padatnya aktivitas di akhir tahun 2025 hingga awal 2026.
Meskipun tren global dan figur publik internasional turut memberikan pengaruh, Istafiana menekankan bahwa adaptasi terhadap budaya lokal dan prinsip kesantunan tetap menjadi fondasi utama dalam berkarya.
Kehadiran Kami Idea di Samarinda juga menjadi momen berbagi inspirasi bisnis. Berdiri sejak 2009 dengan modal awal hanya Rp15 juta, jenama ini kini telah berkembang pesat dengan 26 toko yang tersebar dari Aceh hingga Kalimantan.
“Kunci keberlanjutan kami selama hampir 17 tahun adalah kerja sama tim yang solid. Ada yang berperan sebagai visioner, namun harus didukung oleh sistem administrasi, keuangan, dan tim kreatif yang kuat,” jelasnya.
Melalui fashion show dan bincang santai ini, Festival Islami Samarinda berhasil memberikan pandangan baru bagi masyarakat bahwa berhijab bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga bagian dari ekspresi diri yang dinamis dan berkelas di tahun 2026. (hend/dfa)
Editor : Indra Zakaria