Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Begini Dampak Mulai Dioperasionalkan Tol Trans Jawa

izak-Indra Zakaria • Selasa, 1 Januari 2019 - 16:58 WIB

SLEMAN - Tren transportasi udara selama musim libut natal dan tahun baru mengalami penurunan. Tercatat jumlah penumpang di Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta turun hingga 4,5 persen. Salah satu penyebabnya adalah beralihnya penikmat angkutan liburan melalui jalur transportasi darat. Yang paling besar karena mulai dibukanya akses Tol Trans Java yang menghubungkan Jakarta- Surabaya.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Agus Pandu Purnama membenarkan adanya penurunan ini. Bahkan dia juga mengakui target pertumbuhan lima persen tidak tercapai. Dibandingkan 2017, tren penumpang tranportasi udara cenderung menurun. "Hingga Minggu (30/12) mencatat hingga minus 4,5 persen dan ini cukup lumayan. Ada beberapa kemungkinan, tapi paling besar karena mulai dibukanya akses tol Jakarta Surabaya," jelasnya saat ditemui di Terminal A Bandara Adisutjipto, kemarin (31/12).

Angka penurunan ini bukan hanya isapan jempol. Terbukti dari total 30 ekstra flight hanya empat slot yang difungsikan. Data ini berdasarkan inventarisasi seluruh maskapai yang menerapkan jadwal penerbangan tambahan.

Di satu sisi, menurunnya angka minat ekstra flight tidak berdampak pada angka pertumbuhan total. Tercatat pada 2017 ada 176 penerbangan per hari. Sementara untuk 2018 mengalami peningkatan hingga 188 jadwal penerbangan per hari. "Jumlah total penumpang mengalami peningkatan hingga 8,1 juta orang. Tahun lalu kisaran angka 7 juta penumpang. Angka penumpang memang naik 10 hingga 15 persen per tahun,’’ ujarnya.

Meningkatnya persentase penumpang mayoritas karena faktor wisata. Bandara Adisutjipto, lanjutnya, menjadi perlintasan ideal bagi para pelancong. Terutama wisatawan mancanegara, karena akses Jogjakarta ke sejumlah kota di sekitarnya relatif dekat. "Pariwisata turut menyumbang pendapatan nasional terbesar. Meski bukan destinasi wisata, bandara memberikan sumbangsih sebagai gerbang para wisatawan khususnya luar negeri," katanya.

Terkait angkutan libur Natal dan tahun baru (Nataru) dipastikan menurun hampir di seluruh sektor. Tidak hanya penumpang, penurunan juga terjadi pada angkutan cargo. Bahkan per 30 Desember, penurunan hampir mencapai 25 persen.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Rio Hendarto Budi Santosa membenarkan adanya data tersebut. Persentase per 30 Desember, penumpang turun hingga 13,12 persen dan pesawat hingga 9,63 persen. "Untuk angka 30 Desember, penumpang mencapai 22.564. Sementara pada 2017 25.971. Untuk pesawat hanya 169, padahal 2017 sampai 187 pesawat. Kargo dari kisaran 72 ribu menjadi sekitar 54 ribu," ujarnya. (dwi/din)

 

Penurunan Per 30 Desember

• Persentase penumpang hingga 13,12 persen dan pesawat hingga 9,63 persen.

• Jumlah penumpang mencapai 22.564. Tahun 2017 sebanyak 25.971.

• Jumlah pesawat hanya 169. Pada 2017 mencapai 187 pesawat.

• Kargo sekitar 54 ribu. Tahun 2017 kisaran 72 ribu.

Editor : izak-Indra Zakaria
#Sulawesi dan Jawa