Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cuaca Ekstrem di Bali: 11 Penerbangan Terdampak di Bandara Ngurah Rai, Dialihkan ke Surabaya dan Lombok

Redaksi Prokal • 2025-12-27 19:22:35
Pantauan pergerakan pesawat yang akan mendarat di Bandara Ngurah Ray.
Pantauan pergerakan pesawat yang akan mendarat di Bandara Ngurah Ray.

DENPASAR – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bali sejak Sabtu (27/12/2025) dini hari memicu gangguan pada jadwal pendaratan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Demi alasan keselamatan, pihak pengelola bandara terpaksa melakukan pengaturan lalu lintas udara yang menyebabkan sejumlah pesawat harus melakukan pengalihan pendaratan (divert) dan holding di angkasa.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah preventif mengingat jarak pandang dan kondisi landasan yang terdampak curah hujan tinggi.

6 Pesawat Antre di Udara, 5 Dialihkan

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat ruang udara di atas Bali sempat padat oleh pesawat yang menunggu giliran mendarat. Tercatat, enam penerbangan harus melakukan holding atau menunggu di udara, yang mencakup rute internasional dari Melbourne (2 pesawat), Perth, Abu Dhabi, dan Bengaluru, serta satu rute domestik dari Labuan Bajo.

Selain itu, situasi yang tidak memungkinkan untuk mendarat memaksa lima penerbangan mengambil keputusan darurat untuk mendarat di bandara terdekat, yakni 3 penerbangan dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya dan 2 penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Lombok.

"Berdasarkan koordinasi kami, seluruh pesawat yang dialihkan tersebut telah mendarat dengan aman di bandara tujuan pengalihan," ungkap Gede Eka pada Sabtu sore. Meskipun terdapat kendala cuaca, pihak bandara memastikan bahwa secara umum operasional pelayanan penumpang masih terkendali. Situasi ini menjadi tantangan besar mengingat saat ini merupakan periode puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data dari Posko Nataru menunjukkan angka pergerakan yang sangat tinggi. Sejak 15 hingga 26 Desember saja, Bandara Ngurah Rai telah melayani total penumpang 811.170 orang (Rata-rata 67.597 per hari). Pergerakan pesawat 5.128 penerbangan (Rata-rata 427 per hari).

Pihak pengelola bandara terus memantau perkembangan cuaca melalui koordinasi ketat dengan BMKG dan AirNav Denpasar. Warga dan calon penumpang diimbau untuk memaklumi adanya potensi keterlambatan jadwal demi menjamin standar keselamatan penerbangan yang paling utama.

"Setiap keputusan operasional kami ambil demi memastikan keselamatan. Kami terus berkoordinasi secara intens agar operasional bandara tetap aman di tengah musim penghujan ini," tutup Gede Eka. (*)

Editor : Indra Zakaria