PASER – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Kabupaten Paser kini tengah dibayangi ketidakpastian. Kendala fiskal akibat pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran 2026 memicu isu pergeseran jadwal ajang multievent olahraga terbesar di Benua Etam tersebut.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, tidak menampik adanya kemungkinan perubahan jadwal tersebut. Meski demikian, pihak Dispora masih memelihara optimisme agar Porprov tetap terlaksana pada tahun 2026, walaupun kemungkinan besar akan bergeser ke penghujung tahun.
"Kalau geser-geser iya. Target kita sih pasti di akhir tahun, mungkin di November. Karena pasti kita menunggunya di perubahan (APBD), kalau di APBD murni, kan kita belum tahu kebijakan pusat ini bagaimana," terang Faisal.
Meskipun opsi penggeseran jadwal tersedia, Faisal mengakui bahwa hal tersebut membawa risiko besar bagi prestasi olahraga Kalimantan Timur di tingkat nasional. Jika Porprov molor, maka waktu persiapan atlet menuju Babak Kualifikasi (BK) PON pada tahun 2027 akan semakin pendek.
Kondisi ini dikhawatirkan merugikan Kaltim yang mematok target tinggi untuk tetap berada di jajaran papan atas (besar) pada PON 2028 mendatang. "Nanti persiapan semakin pendek, kemudian BK PON juga mepet, persiapannya kurang, kan sayang," ungkapnya.
Guna mencari jalan keluar, Dispora Kaltim berencana membawa persoalan ini langsung ke hadapan Gubernur Rudy Mas'ud. Faisal menegaskan bahwa masalah anggaran ini harus diangkat menjadi isu strategis tingkat tinggi agar mendapatkan solusi pada APBD Perubahan.
Terkait bantuan keuangan bagi Kabupaten Paser sebagai tuan rumah, Faisal menyebutkan bahwa usulan tersebut masih dalam proses penggodaan dan menunggu restu dari kepala daerah.
"Mengenai berapa angkanya, itu kebijakan gubernur. Yang jelas, kami pasti mendorong untuk bisa dianggarkan agar Porprov sedapat mungkin harus tetap jalan," pungkasnya. (adv/diskominfo/i)
Editor : Indra Zakaria