Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hadirnya Jembatan Pulau Balang, Pemkab PPU Benahi Tata Ruang

Wawan • Kamis, 2 Mei 2024 - 19:05 WIB
Photo
Photo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) telah melakukan pembenahan konsep tata ruang sebelum Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan daerah tersebut ke Kota Balikpapan difungsikan Juli 2024.

PENAJAM - Konsep tata ruang itu di antaranya termasuk transportasi dan posisi dua pelabuhan dan terminal yang ada di kawasan ini.

“Sebenarnya dengan ada pelabuhan logistik Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Bandara VVIP yang sedang dalam proses pembangunannya di wilayah Kecamatan Penajam, PPU, maka, Kecamatan Penajam perannya akan tetap sentral. Hanya akan ada perubahan dari posisi entry yang semula hanya dari Pelabuhan Feri di Penajam sekarang ada beberapa rute masuk,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU Nicko Herlambang, Senin (29/4).

Ia mengatakan itu menanggapi kekhawatiran Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Balikpapan (Uniba) Tamzil Yusuf, dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Daerah (PK2D) PPU Hendri Sutrisno bahwa peran sosial dan ekonomi Kecamatan Penajam bakal bergeser setelah Jembatan Pulau Balang sepanjang 1.750 meter itu difungsikan Juli tahun ini. Dalam kaitan itu, seperti diwartakan media ini, Senin (29/4), Pemkab PPU perlu mengantisipasi dampak operasionalisasi jembatan tersebut, terutama terhadap potensi sosial dan ekonomi di kecamatan yang berbatasan dengan Kota Balikpapan itu.

Di luar itu, tahun 2000 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda juga telah memprediksi bahwa peran Penajam sebagai kota transito dan pelabuhan penyeberangan akan berkurang dengan dibukanya jalan penghubung Penajam–Pulau Balang–Balikpapan. Sehingga perlu upaya atau langkah-langkah tertentu dari pemerintah daerah agar ibu kota PPU itu tetap eksis secara sosial dan ekonomi.

Dalam menanggapi ini, Nicko Herlambang meyakinkan, bahwa peran sentral Kecamatan Penajam itu diperoleh dampak adanya tiga rencana pembangunan oleh pemerintah pusat untuk mendukung IKN Nusantara di Sepaku, PPU. Yaitu, pembangunan jalan tol, pembangunan Bandara Very-Very Important Person (VVIP) dan pembangunan logistik IKN di wilayah Kecamatan Penajam.

“Di samping tiga ini sudah ada yang eksisting itu yaitu Kawasan Industri Buluminung (KIB), Pelabuhan Buluminung, dan transportasi utama melalui pelabuhan feri. Semuanya itu berada di wilayah Kecamatan Penajam,” jelasnya.

Apabila dihitung, lanjut dia, terdapat lima akses yang masuk ke wilayah Kecamatan Penajam, sehingga peran kecamatan ini secara sosial dan ekonomi tetap menempati posisi sentral. “Hanya bedanya, sebelumnya pintu masuknya hanya satu melalui Pelabuhan Feri Penajam nanti menjadi lima, melalui jalan tol, pelabuhan, bandara, dan lain sebagainya. Soal dampak beroperasinya Jembatan Pulau Balang terhadap Kecamatan Penajam ini sudah kami antisipasi, di antaranya, membenahi konsep tata ruang itu, sehingga tak perlu khawatir dan posisi Kecamatan Penajam malah lebih diuntungkan,” ujarnya. (rie/adv/pro)

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU