Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemilu 2024, Ajang PDIP-Gerindra Berebut Juara

Indra Zakaria • 2024-02-13 21:17:47
ilustrasi pencoblosan pemilu
ilustrasi pencoblosan pemilu

 

Selain pemilihan presiden, peta pertarungan di pemilihan legislatif diprediksi tidak kalah sengitnya. Masing-masing partai politik, saling sikut untuk merebut kursi parlemen sebanyak-banyaknya. Termasuk memenangkan status sebagai partai pemenang. Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi mengatakan, berdasarkan survei terbaru indikator, ada delapan partai politik yang secara psikologis relatif aman untuk menembus parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 4 persen.

Ke delapan partai tersebut adalah PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, Demokrat, NasDem dan PAN. "Partai bisa lolos bisa tidak yaitu PPP, PSI, Perindo," ujarnya. Elektabilitas partai tersebut hanya di kisaran 2 persen. Meski demikian, bisa saja ada kejutan dari kedua partai tersebut mengingat ada margin of eror 2,9 persen. Di sisi lain, lanjut dia, potensi swing voters juga masih bisa terjadi. Data Indikator mencatat, masih ada 18 persen pemilih yang menyatakan kemungkinan berganti pilihan.

"Secara statistik masih ada yang perlu diperhitungkan karena margin of eror," imbuhnya. Di level pemilih partai pun, semua partai memiliki jumlah pemilih rentan pindah. Data Indikator mencatat, hanya pemilih PKS yang cukup kuat dengan 91,5 persen pemilihnya menegaskan tidak akan berganti pikiran. Sementara partai lain, hanya di kisaran 74 sampai 83-an persen. Kemudian untuk posisi teratas, lanjut Burhan, ada dua partai yang berpotensi memenangi pemilu. Yakni PDIP dan Gerindra.

Dari Survei Terakhir, PDIP memang masih berada di atas 19,6 persen disusul Gerindra 17,2 persen. Adapun Golkar peluangnya relatif kecil karena gap suara yang cukup jauh di 12,1 persen. Meski di pucuk, PDIP belum aman. Sebab dari sisi tren, PDIP mengalami penurunan. Berbanding terbalik dengan Gerindra yang justru mengalami peningkatan. Selain itu dari sisi scientific, selisih keduanya juga masih dalam area abu-abu. "PDIP dengan Gerindra selisihnya margin of eror," imbuhnya.

Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) memperkirakan akan terjadi pertarungan sengit dalam Pileg 2024. Khususnya dalam posisi tiga besar antara PDIP, Gerindra dan Golkar. Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, sesuai survei LSI pada periode 29 Januari hingga 5 Februari diketahui hasilnya PDIP memperoleh angka 19, 5 persen, disusul Gerindra dengan 18 persen dan Golkar 13,3 persen. Lalu diikuti dengan PKB 9,4 persen, NasDem 6 persen, Demokrat 5,8 persen, PKS 5,7 persen dan PAN 5,2 persen. "PPP ini tercatat memperoleh angka 2,4 persen," terangnya. 

Dari hasil survei itu dapat diketahui bahwa pertarungan sengit akan terjadi antara PDIP dan Gerindra. Hingga saat ini belum diketahui siapa di antara keduanya yang akan memenangi pileg. "PDIP ini justru makin militan setelah ditinggal Jokowi," paparnya. Kondisi itu bisa membuat PDIP membuat mesin partainya bergerak lebih solid. Sebab, tidak lagi bisa bersandar ke Jokowi. "Kalau Gerindra ini terpengaruh sosok Prabowo yang saat ini unggul," terangnya.

Menurutnya, sulit ada partai yang bisa menjadi kuda hitam untuk menyodok ke tiga besar. Perubahan semacam itu hampir tidak mungkin. "Dalam survei ini juga diketahui bahwa delapan partai parlemen lolos. Hanya satu partai, yakni PPP yang berpotensi tidak lolos ke parlemen," urainya dihubungi kemarin. Dia menerangkan, untuk partai non-parlemen baik yang lama dan baru seperti Gelora, Umat, PKN, PBB, Hanura, dan lainnya mendapatkan angka di bawah 2 persen. "Karena itu dapat diprediksi partai-partai non-parlemen ini tidak lolos ke parlemen," paparnya.

Editor : Indra Zakaria
#Pemilu 2024