Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi menyerukan kepada seluruh jajaran pengurus kader partai berlambang pohon beringin itu, untuk tetap aktif melaksanakan aktifitas organisasi partai sesuai dengan yang diputuskan DPP Partai Golkar.
“Jangan terpengaruh, terpaku dan berdiam diri. Kita harus terus bergerak dan berjuang memenangkan pasangan yang diputuskan oleh partai,” ujarnya.
Diakuinya, kasus OTT ini berhubungan erat dengan istri dari Ketua DPD Partai Golkar, Sahbirin Noor yang juga Gubernur Kalsel.
Namun, dari keterangan KPK sebutnya, OTT tersebut tak terjadi kepada Gubernur. “Opini yang terbangun selama ini terjadi demikian. Padahal terjadi di institusi lembaga di bawah Gubernur, yakni Dinas PUPR Kalsel,” kata Puar.
Perihal 5 persen jatah gubernur dari uang fee proyek. Puar menyampaikan, bisa saja orang-orang yang tak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Gubernur untuk meminta.
“Ini bukan sesuatu hal baru, banyak terungkap di daerah lain yang mana orang kepercayaan di sekeliling Kepala Daerah malah memanfaatkan untuknya pribadi,” imbuhnya.
Maka, Puar pun meminta kepada semua jajaran pengurus dan kader partai untuk tetap berjuang dengan prinsip-prinsip yang sudah dijadikan jargon partai selama ini.
Yakni ‘Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing’. “Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.
"Perjuangan kita jangan sampai lemah. Mari kita bediri tegak apa yang sudah diputuskan oleh partai untuk memenangkan usungan partai,” tekannya.
Dia pun mengaku sudah berkomunikasi dengan partai pengusung Acil Odah-Rozanie untuk tetap bergerak dan berjuang di saat kabar-kabar tak sedap yang menyeret ke Gubernur.
“Patut kita ingat. Utamakan praduga tak bersalah. Jadi jangan terpengaruh,” tandas Puar. (*)