Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Setelah Mahakam I, Kini Jembatan Mahulu Disenggol Ponton

Redaksi • 2025-04-19 17:02:17
TERSENGGOL. Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi sasaran benturan tongkang kosong yang sedang melakukan pengolongan. (OKE/SAPOS)
TERSENGGOL. Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi sasaran benturan tongkang kosong yang sedang melakukan pengolongan. (OKE/SAPOS)

Belum tuntas penanganan insiden tongkang yang menyangkut di Jembatan Mahakam I pada Februari lalu, peristiwa serupa kembali terjadi. Kali ini, giliran Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang menjadi korban.

Sebuah tongkang kosong menyenggol fender (pelindung pilar jembatan) di sisi Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Kamis sore (18/4).

Tongkang yang belum diketahui identitasnya itu ditarik oleh sebuah tugboat dari arah hilir menuju hulu Sungai Mahakam. Dalam rekaman video amatir warga yang beredar di media sosial, terlihat bagian buritan kanan tongkang bergeser dan menabrak fender jembatan. Benturan tersebut terdengar cukup keras dan sempat mengejutkan warga di sekitar lokasi.

“Saya dengar suara seperti tabrakan keras. Ketika saya lihat, tongkang itu sempat bergesekan dengan pelindung jembatan lalu melanjutkan perjalanan,” kata Sulaiman (44), warga tepian Sungai Mahakam.

Beruntung, insiden ini tidak menyebabkan tongkang tersangkut seperti yang terjadi di Jembatan Mahakam I. Namun, kejadian ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan infrastruktur jembatan yang melintasi sungai utama di Samarinda.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, melalui Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli, Capt. Yudi Kusmiyanto, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah menurunkan tim gabungan untuk melakukan pengecekan di lapangan.

“Saat ini sedang dilakukan pengecekan oleh tim KSOP bersama agen dan Polairud,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kerusakan pada struktur fender maupun identitas tongkang dan tugboat yang terlibat. (oke/beb)

Editor : Indra Zakaria