SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda resmi memulai pembangunan jaringan gas (jargas) tahap kedua. Proyek strategis ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan pengerjaan di kawasan Sambutan dan Samarinda Ilir yang telah lebih dulu rampung.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan administrasi dan tender telah selesai. Saat ini, tim di lapangan tengah fokus pada tahap survei lintasan dan penggalian awal.
Meski baru dimulai, proyek ini sempat menemui dinamika terkait penempatan material pipa. Awalnya, Jalan Nuri direncanakan menjadi lokasi penyimpanan, namun karena adanya keberatan dari warga setempat, Pemkot Samarinda bergerak cepat memindahkan lokasi logistik.
"Kami pindahkan ke Jalan Perjuangan karena ada tanah kosong yang bisa dipinjam. Langkah ini diambil agar tidak terjadi konflik sosial yang bisa menghambat jalannya proyek," ujar Marnabas.
Pekerjaan fisik kini mulai terkonsentrasi di kawasan Jalan Biawan. Marnabas menekankan bahwa pengerjaan jargas memiliki standar keamanan yang sangat ketat dibandingkan utilitas lain. Targetnya adalah 7.600 pelanggan baru. Pipa utama wajib terpasang secara keseluruhan dan melalui uji tekanan serta kebocoran sebelum disambung ke rumah warga. Pipa tidak akan ditutup atau dialiri gas sebelum dinyatakan 100% aman.
"Ini berbeda dengan air atau listrik. Semua pipa harus terpasang dan dipastikan tidak ada kebocoran sama sekali sebelum masuk ke tahap sambungan rumah," tambahnya.
Berdasarkan kontrak kerja, pengerjaan tahap lanjutan ini diproyeksikan memakan waktu sekitar delapan bulan. Jika berjalan sesuai rencana, masyarakat Samarinda di wilayah terdampak diperkirakan dapat menikmati aliran gas rumah tangga pada Juli 2026.
Pemerintah Kota Samarinda menghimbau masyarakat untuk bersabar selama proses penggalian berlangsung, mengingat manfaat jangka panjang jargas yang lebih efisien dan ekonomis bagi kebutuhan rumah tangga. (*)
Editor : Indra Zakaria