Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Empati Korban Bencana, Perayaan Tahun Baru di Samarinda Digelar Tanpa Kembang Api

Muhamad Yamin • 2025-12-30 22:52:00
Kapolres Samarinda Kombes Pol Hendri Umar
Kapolres Samarinda Kombes Pol Hendri Umar

PROKAL.CO, SAMARINDA - Polresta Samarinda menegaskan tidak ada pesta kembang api dalam perayaan pergantian tahun baru 2026 di Kota Samarinda. Seluruh bentuk perayaan kembang api dilarang dan digantikan dengan kegiatan doa bersama sebagai wujud empati terhadap korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Kapolres Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri agar perayaan tahun baru dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan.

“Untuk tahun ini tidak ada pesta perayaan kembang api. Seluruh rekomendasi pengajuan pesta kembang api sudah kita tolak semuanya,” ujar Hendri, Selasa (30/12).

Ia menyebutkan, pihak kepolisian telah menyampaikan larangan tersebut kepada sejumlah pihak yang selama ini kerap menggelar pesta kembang api, termasuk beberapa hotel di Kota Samarinda.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak-pihak yang biasanya melaksanakan pesta kembang api, seperti Hotel Aston, Mercure, dan Fugo. Alhamdulillah semuanya sangat memahami dan menyadari,” jelasnya.

Sebagai pengganti pesta kembang api, perayaan malam pergantian tahun akan diisi dengan kegiatan doa bersama yang digelar di sejumlah titik di Kota Samarinda. Doa bersama direncanakan berlangsung di Teras Samarinda, Islamic Center Samarinda, serta di pusat-pusat keramaian di masing-masing kecamatan.

“Seluruh polsek jajaran akan melaksanakan doa bersama di wilayahnya masing-masing, melibatkan camat, danramil, kapolsek, serta organisasi keagamaan dan kemasyarakatan,” kata Hendri.

Ia menambahkan, organisasi seperti MWC NU, Muhammadiyah, Kokam, dan unsur masyarakat lainnya akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Hendri, kebijakan ini diambil sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi saudara-saudara di beberapa daerah, khususnya di Sumatera bagian utara, yang masih terdampak bencana alam.

“Kita ingin peringatan tahun baru ini menjadi momentum refleksi dan doa bersama, bukan euforia berlebihan,” ujarnya.

Meski demikian, Hendri menegaskan masyarakat tetap diperbolehkan merayakan pergantian tahun secara wajar, selama tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. “Sedikit perayaan tetap diperbolehkan, namun tetap tertib dan tidak berlebihan. Yang terpenting keamanan dan kenyamanan bersama tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria