PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah memberikan atensi besar terhadap tantangan ketenagakerjaan di wilayahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah pengangguran terbuka di Samarinda mencapai 24.988 orang, yang mayoritas didominasi oleh lulusan SMA sederajat pada rentang usia produktif 25 hingga 29 tahun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menyatakan harapan besar agar angka tersebut mengalami penurunan signifikan pada periode tahun berjalan. Meskipun data resmi untuk tahun 2025 belum dirilis, Disnaker terus melakukan langkah proaktif sebagai respons terhadap pergeseran tren dunia kerja yang kini memasuki era Gig Economy. Fenomena ini menuntut warga untuk memiliki keahlian spesifik guna bersaing sebagai pekerja lepas atau freelancer yang terhubung melalui platform digital.
Sebagai solusi nyata, Disnaker Samarinda mengoptimalkan Program Unggulan Badan Usaha Milik (BUM) RT untuk membekali warga dengan kompetensi yang relevan. Masyarakat yang belum bekerja didorong untuk segera mendaftarkan diri dalam program pelatihan yang mencakup berbagai bidang, mulai dari teknis hingga konstruksi. Menariknya, warga juga diberikan kebebasan untuk mengusulkan jenis pelatihan tertentu sesuai dengan minat dan kemampuan mereka masing-masing.
Yuyum Puspitaningrum menegaskan komitmen pemerintah untuk menjembatani para peserta pelatihan dengan kebutuhan perusahaan maupun dunia kerja di Samarinda. Hal ini berlaku baik bagi warga yang membidik pekerjaan formal di perusahaan, maupun mereka yang memilih jalur mandiri sebagai tenaga ahli lepas. Program jemput bola ini sudah dibuka sejak 29 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 23 Januari 2026 mendatang.
Hingga saat ini, partisipasi masyarakat dilaporkan terus meningkat seiring masifnya penyebaran informasi melalui tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT. Tercatat sudah ada 176 warga yang mengisi formulir pendaftaran. Pemkot Samarinda berharap masyarakat usia produktif dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan pasar kerja yang semakin fleksibel. (*)
Editor : Indra Zakaria