PROKAL.CO, SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun dijadwalkan mempresentasikan proposal Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta. Presentasi tersebut menjadi bagian dari tahapan akhir penilaian ajang bergengsi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Pada Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengusung Sarung Samarinda sebagai karya budaya unggulan di "Kota Tepian". Andi Harun menyebutkan, presentasi tersebut harus dilakukan langsung oleh kepala daerah dan tidak dapat diwakilkan.
“Samarinda saat ini masuk dalam 10 besar nominasi dan berada di urutan kedua,” unkap Andi Harun diwawancarai di Kantor TP PKK Samarinda, pada Rabu 7 Januari 2026.
Ia berharap tahapan akhir berupa presentasi dapat berjalan dengan baik dan membawa Sarung Samarinda memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Menurutnya, penghargaan ini bukan tentang pribadi kepala daerah, melainkan pengakuan terhadap warisan budaya Kota Samarinda.
“Ini bukan persoalan saya yang dapat penghargaan. Tapi, mudah-mudahan Sarung Samarinda mendapatkan pengakuan nasiona,” katanya.
Orang nomor satu di Kota Tepian ini menilai, apabila Sarung Samarinda berhasil diakui sebagai pusaka nasional, maka peluang untuk mendapatkan pengakuan internasional, termasuk sebagai warisan budaya dunia UNESCO, terbuka di masa mendatang.
“Kami optimistis karena narasi dan perjalanan Sarung Samarinda menuju pengakuan sebagai pusaka nasional oleh pusat,” jelasnya.
Ia menegaskan, Sarung Samarinda bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi merupakan bagian dari identitas Kota Samarinda di masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda memanfaatkan momentum Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini untuk memperkuat posisi Sarung Samarinda sebagai warisan budaya yang terus hidup dan lestari.
“Menggunakan momentum ini dengan baik, mudah mudahan kita bisa mendapatkan penghargaan pengakuan Sarung Samarinda sebagai pusaka nasional,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria