Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Amukan Si Jago Merah di Permukiman Padat Samarinda Seberang, 9 Rumah Ludes Terbakar

Muhamad Yamin • 2026-01-08 08:52:00
Api saat melahap rumah warga di Samarinda Seberang.(IST)
Api saat melahap rumah warga di Samarinda Seberang.(IST)

 

PROKAL.CO, SAMARINDA — Amukan si jago merah melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Abu Bakar, Samarinda Seberang, pada Kamis 8 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 02.15 WITA. Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sembilan unit rumah kayu milik warga hangus terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan diduga api pertama kali muncul dari salah satu rumah yang dalam kondisi kosong dan kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.15 WITA. Api membakar sembilan rumah, semuanya rumah kayu. Lokasinya padat penduduk dengan akses jalan gang yang sempit,” ucapnya dihubungi media ini.

Sempitnya akses jalan menuju lokasi sempat menyulitkan petugas pemadam dan relawan dalam menjangkau titik api. Namun, ketersediaan air yang cukup, terutama dari rawa dan parit di sekitar lokasi, membantu proses pemadaman.

“Alhamdulillah air tersedia karena saat kejadian juga turun hujan. Relawan banyak membantu menggunakan pompa portable dan mengambil air dari parit serta rawa di sekitar lokasi,” jelasnya.

Disdamkarmat Samarinda menurunkan empat posko pemadam untuk mengendalikan api. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke permukiman lainnya.

Hendra menambahkan, selama proses pemadaman tidak terdapat gangguan dari warga. Kendala utama hanya pada akses jalan yang sempit sehingga mobilisasi armada menjadi terbatas.

“Saya pastikan tidak ada yang menghalangi petugas. Hanya saja gang sempit membuat proses pemadaman agak terhambat,” katanya. Terkait penyebab kebakaran, Hendra menyebut dugaan sementara api berasal dari rumah kosong yang ditinggal penghuninya sejak siang hari. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

“Kita belum bisa memastikan apakah karena korsleting listrik atau unsur lain. Saat ini masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib,” ujarnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. “Masyarakat harus lebih aware dan care terhadap bahaya kebakaran. Periksa instalasi listrik, stopkontak, steker, dan kapasitas kabel agar tidak semrawut. Perhatikan juga penggunaan kompor dan pastikan peralatan listrik berstandar SNI demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(*)

Editor : Indra Zakaria