PROKAL.CO, SAMARINDA - Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai kini disulap menjadi produk bernilai guna. Kecamatan Samarinda Ulu menggagas pengolahan sampah plastik menjadi paving block sebagai upaya mengurangi timbunan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Camat Samarinda Ulu, Sujono mengatakan gagasan itu lahir setelah pihaknya bersama Lurah Bukit Pinang melakukan studi ke Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada awal 2026. Studi itu mempelajari pengelolaan sampah plastik yang diolah menjadi paving block.
“Contohnya kadang kala ada sampah seperti plastik dan botol-botol yang tersangkut di parit. Padahal itu sebenarnya bisa menjadi bahan baku paving block,” ungkapnya, Rabu 14 Januari 2026.
Hasil studi tersebut mendorong Kecamatan Samarinda Ulu mengadopsi metode serupa. Bahkan, Lurah Bukit Pinang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan pihak perusahaan yang siap mendukung program ini melalui dana corporate social responsibility (CSR).
Sujono menjelaskan, satu unit alat produksi paving block berbahan sampah plastik membutuhkan anggaran sekitar Rp15 juta. Biaya tersebut mencakup tungku pembakaran, cetakan, hingga tempat penyimpanan air untuk meredam panas.
“Dari CSR perusahaan, sudah ada dukungan sekitar Rp60 juta. Insyaallah bisa kita operasikan empat sampai lima unit,” jelasnya.
Pengolahan dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah plastik yang sudah tidak bernilai ekonomis dari TPS maupun bank sampah. Sampah itu kemudian dibakar di dalam tungku hingga meleleh, lalu dipindahkan ke cetakan paving block. Setelah didinginkan, paving block disusun, ditampung, dan dibersihkan sebelum siap digunakan.
Selain berdampak pada pengurangan sampah, program ini juga dinilai memiliki peluang bisnis yang besar. Berdasarkan informasi dari pengelola di Separi, permintaan paving block dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai sekitar 34 ribu unit. Namun, produksi yang ada baru mampu memenuhi sekitar 7 ribu unit.
“Masih banyak peluang yang bisa kita manfaatkan. Apalagi bahan bakunya adalah sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai,” katanya.
Untuk mendukung operasional, Kecamatan Samarinda Ulu akan menyiapkan petugas khusus yang bertugas memilah dan mengumpulkan sampah plastik ke dalam karung besar sebelum dibawa ke lokasi pembakaran.
Pada tahap awal, lokasi produksi paving block direncanakan ditempatkan di Kelurahan Bukit Pinang, tepatnya di area sekitar insinerator. Pihak perusahaan juga telah siap.
"Tinggal kita nanti mungkin kalau sudah semua perencanaan kita oke, sudah kita langsung jalan saja," imbuhnya. (*)
Editor : Indra Zakaria