SAMARINDA- Suara benturan keras mendadak memecah ketenangan warga di kawasan Jalan Poros Samarinda–Anggana, Kecamatan Sambutan. Insiden maut yang melibatkan mobil pikap bernomor polisi KT 82** NV dan sepeda motor Yamaha NMax KT 23** BAH ini menewaskan seorang pengendara motor di lokasi kejadian.
Kecelakaan nahas tersebut terjadi saat hujan baru saja mereda. Mobil pikap yang dikemudikan NI (26) meluncur dari arah Makroman menuju arah Samarinda. Saat melintasi jalanan yang menurun dan menikung, laju kendaraan mendadak tak terkendali akibat kondisi aspal yang licin.
Mobil pikap tersebut mengalami selip hingga melebar ke jalur berlawanan. Di saat bersamaan, melintas Yamaha NMax yang dikendarai AP (23). Karena jarak yang terlampau dekat, tabrakan hebat pun tak terelakkan.
Senggolan keras membuat AP terlempar ke badan jalan dan mengalami luka berat di bagian belakang kepala hingga helaan napas terakhirnya berembus di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara itu, mobil pikap yang terus meluncur akhirnya terjun bebas ke jurang di pinggir jalan. Pengemudi pikap berhasil selamat meski mengalami luka ringan di bagian kepala.
"Jalan licin karena habis hujan. Saat di tikungan mobil langsung selip, sudah saya rem tapi tetap tidak bisa dikendalikan," aku NI saat dimintai keterangan di lokasi.
Belakangan diketahui, korban meninggal merupakan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda yang sedang bertugas mengemban misi negara melakukan pendataan Sensus Ekonomi di wilayah Makroman.
Rekan kerja korban, TS, mengaku terkejut dan tak menyangka rekannya bernasib nahas saat sama-sama sedang menjalankan tugas lapangan. "Kami ada kegiatan pendataan sensus ekonomi di Makroman. Saya berangkat sendiri, dia juga sendiri. Setelah mendengar kabar kecelakaan, ternyata yang menjadi korban adalah rekan kami," tutur TS dengan nada duka.
Petugas gabungan bersama tim relawan langsung mengevakuasi jenazah korban menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Saat ini, peristiwa laka lantas tersebut tengah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda guna menyelidiki kronologi pasti kecelakaan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co