BANJARMASIN – National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel benar-benar ingin total dalam mempersiapkan paralimpian andalannya menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2020 Papua. Salah satu paralimpian cabang olahraga (cabor) yang dimaksimalkan untuk diturunkan ke Peparnas Papua adalah catur. Mereka bertekad bisa menorehkan prestasi lebih baik di Papua.
Dalam program seleksi paralimpian yang diadakan oleh NPC Kalsel di Banjarbaru, belum lama tadi, ada 22 pecatur yang ikut seleksi. “Di cabor catur, kami melakukan seleksi paralimpian di semua klasifikasi disabilitas. Yakni, mulai tuna rungu, tuna daksa, dan tuna netra baik putra maupun putri,” sebut Syaifani Zulfa, koordinator seleksi paralimpian cabor catur NPC Kalsel.
Menurutnya, semua paralimpian yang mengikuti seleksi tampil bagus dan maksimal. Namun, tentu hanya beberapa yang akan lolos masuk skuat Pelatihan Provinsi (Pelatprov) NPC Kalsel menuju Peparnas XVI 2020 Papua. “Dalam waktu dekat, akan diumumkan hasil seleksi cabor catur ini oleh NPC Kalsel,” paparnya.
Jika berkaca dari Peparnas XV 2016 Jabar silam, NPC Kalsel menurunkan lima pecatur. Tapi sayang, semuanya belum berhasil mendapatkan medali. “Oleh karena itu, kami tak mau mengulang kegagalan di Peparnas Jabar. Para pecatur yang lolos seleksi, nantinya akan digembleng lebih ketat supaya bisa semakin berkualitas dan siap tanding di Peparnas Papua,” sebutnya.
Sementara itu, Abdul Rahmansyah, pecatur tuna netra asal Kabupaten Kotabaru, optimistis bisa lolos seleksi dan masuk skuat Kalsel untuk Peparnas Papua. “Saya ingin membalas kegagalan di Peparnas Jabar. Dan bertekad untuk meraih medali emas buat Kalsel di Peparnas Papua,” tandasnya.(oza/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin