Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ahlinya Transfer Nyeleneh

wahyu-Wahyu KP • Rabu, 23 Januari 2019 - 14:16 WIB

BARCELONA - Bukan Christian Stuani maupun Carlos Vela. Barcelona malah memilih Kevin-Prince Boateng untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Munir El Haddadi. Eks pemain AC Milan itu didatangkan dengan status pinjaman hingga akhir musim dari Sassuolo dengan biaya EUR 1 juta (Rp 16,1 miliar) plus opsi pembelian di akhir musim sebesar EUR 8 juta (Rp 129,2 miliar). Boateng menjadi pemain Ghana pertama yang berkostum Blaugrana.

Yang menjadi sorotan banyak pihak adalah keputusan Barca memilih Boateng. Bagaimana tidak. Proses transfer saudara tiri bek Bayern Muenchen Jerome Boateng itu hanya diselesaikan dalam sehari. Hari Senin (21/1) kedua manajemen bertemu dan kemarin deal langsung terjadi. 

Dijamin, yang terkejut dengan kedatangan gelandang 31 tahun tersebut bukan hanya Barcelonistas. Beberapa pemain yang tidak mengetahui rencana klub juga pasti merasakan hal sama.

Lantas apa yang membuat Boateng berhasil menyisihkan Stuani dan Vela? Versatile jadi faktor utama. Ya, mantan pemain Schalke 04 itu memang bisa melahap berbagai posisi. Mulai bek, gelandang bertahan, gelandang serang, winger, second striker, hingga striker. Poin plus tersebut yang tidak dimiliki Vela dan Stuani.

''Bersama Quique Setien (entrenador Las Palmas 2015-2017, Red) dia bermain di winger kiri dan sebagai gelandang ketika di Milan. Nah, di Las Palmas dia juga bisa sebagai striker,'' ucap Manolo Marquez yang menjadi pelatih Las Palmas B ketika Boateng ada di Las Palmas musim 2016-2017 kepada Mundo Deportivo. ''Yang terbaik darinya adalah dia bisa mencetak gol dari kedua kakinya dan ketahanan fisik yang luar biasa,'' sambungnya.

Performa semusim Boateng bersama La Union Deportiva--julukan Las Palmas--memang jadi perbincangan. Dia sukses mencetak 10 gol dari 29 pertandingan. Itulah produktivitas terbaik dalam karirnya setelah sebelumnya mencetak 9 gol bersama Rossoneri di musim 2011-2012.

Bila merujuk kepada strategi pelatih Blaugrana Ernesto Valverde musim ini, Boateng bisa jadi kartu truf karena keahliannya itu. Meski posisi itu sebenarnya sudah diemban Rafinha. Namun, adik gelandang Bayern Thiago Alcantara itu harus absen hingga akhir musim karena cedera ligamen pada November lalu.

''Sebelum ke Milan, aku bermain di posisi gelandang bertahan. Tetapi, di Italia aku berganti peran jadi trequartista dan peran itu membuatku harus meningkatkan beberapa aspek seperti penyelesaian akhir,'' ucap Boateng seperti dilansir Marca.     

Dengan usia yang sudah menjejak 32 tahun di dua bulan ke depan, Boateng adalah solusi instan Valverde. Itu didukung dengan Malcom dan Philippe Coutinho yang angin-anginan. Kondisi semakin mendukung karena Ousmane Dembele juga cedera hingga dua pekan ke depan.

Dan, khusus untuk musim ini, Boateng adalah pemain kedua dengan usia di atas 30 tahun yang didatangkan Barca selain Arturo Vidal. Kali terakhir Barca mendatangkan pemain dengan usia di atas 30 adalah 14 tahun silam ketika membeli menghadirkan Henrik Larsson (32 tahun) dan Demetrio Albertini (33 tahun) pada musim 2004-2005.

Boateng memilih nomor 19 karena terinspirasi Lionel Messi. Ya, selain 30, 19 adalah nomor La Pulga sebelum mewarisi nomor milik Ronaldinho pada 2008-2009. Boateng juga sesumbar bisa mencetak gol di El Clasico pada jornada ke-26 (3/3).

''Tentu sangat sedih meninggalkan Sassuolo (yang baru diperkuatnya 6 bulan, Red). Barcelona, aku datang,'' ujar Boateng kemarin. (io/jpg/tom)

Editor : wahyu-Wahyu KP