TURIN – Juventus dan Barcelona sama-sama menjaga jalannya untuk menyegel selebrasi juara liga domestik. Kemarin WIB (7/4), entah Juve atau Barca tetap tak terganjal laju tiga angkanya. Meski kedua klub harus mendapatkannya setelah menjalani laga yang penuh kontroversi dalam laga ke-31-nya.
La Vecchia Signora, julukan Juve, bahkan harus “diselamatkan” Video Assistant Referee (VAR) saat mengalahkan AC Milan di Allianz Stadium, Turin. Juve menang 2-1 setelah mampu comeback lewat penalti Paulo Dybala pada menit ke-60 dan Moise Kean (84'). Milan lebih dulu membungkam publik Turin dengan gol Krzysztof Piatek.
Nah, dua menit sebelum Piatka, julukan Piatek, menjebol gawang Wojciech Szczesny itu kontroversi bermula. Bek Juve Alex Sandro bermaksud menghalau crossing Hakan Calhanoglu, tapi bola malah mengenai lengan bagian atas Sandro. Setelah memutar review VAR kejadian itu wasit Michael Fabbri tak memberi hadiah penalti bagi Rossoneri.
''Itu jelas penalti,'' sebut Direktur Milan Leonardo kepada Sky Sport Italia. Leonardo pun sampai harus mengejar Fabbri dan meminta penjelasan ketika berjalan di tunnel saat jeda babak pertama. ''Pulang dengan tangan kosong gara-gara kesalahan wasit yang sangat jelas. Itu sangat mengecewakan,'' keluh Leonardo.
Portiere Milan Pepe Reina sempat meminta penjelasan pada Fabbri. Namun wasit paling rendah ratingnya di Serie A versi Whoscored itu tak menjelaskannya secara kongkret. ''Menurut saya, itu memang handball dan kami layak mendapatkan penalti,'' ucap Reina kepada Milan TV. Keputusan kontroversi Fabbri itu, menurut Corriere dello Sport, bisa berefek ke penugasannya.
Asosiasi Wasit Italia (AIA) sengaja menugaskan Fabbri pada laga bertajuk derby D'Italia ini sebagai salah satu penilaian untuk wasit 35 tahun itu. Gara-gara kesalahannya, AIA diwakili Presiden Marcello Nicchi dan Ketua Perekrutan Wasit Nicola Rizzoli dilaporkan akan menemui pihak Milan untuk meminta maaf.
Dalam situs resmi klub, allenatore Milan Gennaro Gattuso tak mau memperkeruh situasi terkait dengan Fabbri dan VAR. ''Wasit melalukan kesalahan, sama seperti kami. VAR? Itu tetap jadi solusi luar biasa, saya sangat menyukainya. Kalau soal penalti saya tak tahu siapa yang ada balik ini, tapi saya tak mau mencari-cari alasan,'' tutur Rino, sapaan Gattuso.
Padahal, andai Fabbri menghadiahi penalti, Leonardo Bonucci dkk bisa saja tertahan dan pesta scudetto akan lebih lama menanti. Kondisi yang sama sebelum Barca membekuk Atletico Madrid di Camp Nou, Barcelona. Pasalnya Atletico sudah pincang begitu wasit Gil Manzano di 28 menit pertama sudah mengusir strikernya, Diego Costa.
Los Colchoneros, julukan Atleti, masih dapat mengimbangi Barca tanpa gol sampai lima menit terakhir. Barca langsung leading dua gol dalam dua menit. Setelah Luis Suarez mencetak gol pada menit ke-85, semenit setelahnya giliran Lionel Messi yang makin menajamkan jumlah golnya.
Manzano, dalam laporannya menyebut Costa sudah menghinanya. ''Dia (Costa) berteriak dan menyebut ibu saya seorang pelacur,'' tulis Manzano dalam laporannya. Dilansir Marca, bek Barca Gerard Pique sampai harus menenangkan Costa. ''Kamu akan dilarang main empat laga,'' begitu yang diungkapkan Geri kepada eks striker Chelsea itu.
Costa, dilansir Football Espana, menyanggah laporan Manzano. ''Saya tak mengejeknya (ibu Manzano),'' klaim Costa. Portero Atleti Jan Oblak pun membela rekan seklubnya itu. ''Tak ada maksud darinya untuk berkata kotor kepada wasit. Kata-kata itu muncul sebagai ekspresi di balik kemarahannya dari kejadian sebelumnya,'' bela Oblak.
Senada dengan Oblak, entrenador Atleti Diego Simeone menganggap ada standart ganda diberlakukan wasit dalam kasus Costa. '”Saya bertanya ke wasit dan dia berkata padaku sesuatu yang Costa bilang tak berkata begitu. Jika dia (Costa) memang berkata demikian dia jelas layak diusir. Tapi, jika pemain lain yang berkata begitu (pemain Barca), dia (wasit) tak mengusirnya,'' keluh Simeone.
Kartu merah Costa itu kartu merah kesembilan yang didapat pemain-pemain Atleti di era Simeone. Tujuh di antaranya terjadi di Camp Nou. Setelah melawan Atleti, praktis Barca hanya berhadapan dengan klub-klub di luar top three La Liga dalam tujuh jornada tersisa. ''Nyatanya, kami belum memenangi apa-apa,'' ucap entrenador Barca, Ernesto Valverde. (ren)
Editor : izak-Indra Zakaria