KAIRO - Perlahan tapi pasti, Sadio Mane mulai menunjukkan taji bersama Senegal pada Piala Afrika 2019. Setelah absen mencetak gol pada dua matchday awal fase grup, kemarin striker Liverpool itu langsung memborong dua gol yang membantu Senegal menang 3-0 atas Kenya pada matchday pemungkas.
Kemenangan tersebut membuat Singa Teranga--julukan Senegal--lolos ke 16 besar dengan predikat runner-up grup C dengan 6 poin. Sedangkan status juara grup jadi milik Aljazair dengan poin sempurna 9.
Itu juga membuat kans terjadinya final ideal antara dua bintang Liverpool Mane dan Mohamed Salah terjaga. Sebab, dengan jadi runner-up grup C, maka Senegal baru bisa bertemu Mesir di partai puncak jika kedua tim terus melaju.
Sebab, jika Senegal kalah dari Kenya kemarin, mereka akan jadi peringkat ketiga dan berkesempatan jadi salah satu dari 4 tim peringkat ketiga terbaik yang melaju ke 16 besar. Nah, peraturannya, peringkat ketiga dari grup C akan bersua juara grup A Mesir di 16 besar.
“Sebagai kapten tim dia (Mane) ingin bertanggung jawab dengan mengambil penalti kedua (gol ketiga Senegal, Red). Dan, dia benar meski saya mengatakan seharusnya dia tidak mengambilnya,” kata pelatih Senegal Aliou Cisse kepada Goal.
Pernyataan pelatih 43 tahun itu merujuk kepada kegagalan penalti pertama Senegal yang dilakukan Mane pada menit ke-29. Pemain 27 tahun itu tampaknya grogi karena itu bisa jadi gol pertamanya di Piala Afrika tahun ini.
Tapi, setelah Senegal mencetak dua gol melalui Ismail Sarr (63') dan Mane (71'), kepercayaan dirinya mulai tumbuh. Itu yang membuat eks pemain Southampton tersebut berani ambil hadiah penalti tujuh menit berselang dan berhasil.
Dua gol Mane membuatnya kini sejajar dengan Salah dan sama-sama bersaing jadi top scorer. Sedangkan lawan Senegal di pada 16 besar adalah runner-up grup A Uganda (6/7). (io)
Editor : izak-Indra Zakaria