PELATIH Mitra Kukar Jafri Sastra mengaku belum mengetahui kekuatan calon lawannya yang dihadapi pada Minggu (15/3), Martapura FC. Namun, pelatih berdarah Minang itu meminta anak asuhnya tidak meremehkan tim asal Kalimantan Selatan tersebut. Pasalnya, Martapura adalah tim yang cukup kompetitif. Itu terbukti dari seringnya Martapura lolos ke fase delapan besar bahkan semifinal.
“Mereka adalah tim yang punya sejarah panjang di Liga 2. Jadi, saya harap, semua pemain waspada,” ungkap eks pelatih PSIS Semarang itu. Jafri menyebut, semua tim Liga 2 saat ini punya kans serupa untuk bersaing di papan atas. Apalagi regulasi babak delapan besar sudah dihapus. Artinya, semua tim pasti ingin mengamankan setiap pertandingan dengan raihan poin sempurna.
“Sekarang hanya juara grup yang bisa lolos ke Liga 1 secara otomatis. Sedangkan runner-up harus bertarung di play-off untuk dapat jatah tiket terakhir ke Liga 1. Dengan sistem seperti itu, saya rasa semua tim akan memaksimalkan semua laga. Tak terkecuali Martapura,” tuturnya.
Sementara itu, penyerang Mitra Kukar Muhammad Irvan menuturkan, saat ini suasana di dalam tim cukup kondusif. Semua pemain sudah tidak saling canggung lagi. Chemistry di lapangan pun sudah terjalin harmonis. Dia berharap, suasana tersebut berdampak positif di laga perdana menjamu Martapura FC.
“Semua pemain dalam kondisi baik. Kami semua punya motivasi tinggi untuk memenangkan laga kontra Martapura,” beber eks Babel United tersebut. (don/ndy/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria