Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Balapan Ganda di Valencia Bisa Tentukan Juara

izak-Indra Zakaria • Rabu, 4 November 2020 - 22:01 WIB
Maverick Vinales masih berpeluang juara.
Maverick Vinales masih berpeluang juara.

VALENCIA– Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, akan menjadi venue balapan ganda GP Eropa dan GP Valencia dalam dua pekan ke depan. Back-to-back race di Valencia bakal jadi momentum untuk menentukan rider yang berpeluang besar menutup musim ini sebagai juara baru di kelas MotoGP.

Jagoan Suzuki Ecstar Joan Mir, Fabio Quartararo dari Petronas Yamaha, Maverick Vinales (Monster Yamaha), Franco Morbidelli (Petronas Yamaha), Andrea Dovizioso (Ducati), dan Alex Rins (Suzuki Ecstar) masing-masing masih berpeluang menjadi juara. Mir memimpin klasemen sementara dengan gap 14 poin dari Quartararo.

Di jajaran enam besar pembalap, Mir-lah yang paling sering naik podium. Yakni, enam kali. Namun, kesempatan itu belum membuahkan satu pun kemenangan. Dia menjadi satu-satunya calon juara yang belum merasakan victory musim ini.

Musim 2020 menjadi tahun yang berbeda. Selain tanpa Marc Marquez di lintasan karena masih menjalani pemulihan, pandemi Covid-19 membuat jumlah balapan dipangkas dan seri baru masuk kalender revisi. Saat ini tersisa tiga seri, yaitu dua balapan ganda di Valencia dan race penutup di Portugal.

Sementara itu, jika sanggup mempertahankan puncak klasemen hingga akhir musim meski tanpa sekali pun kemenangan, Mir akan mencetak sejarah baru. Yakni, juara kelas premier tanpa raihan victory.

Sejak kali pertama bergulir pada musim 1949, tidak ada juara dunia kelas premier yang belum memenangi setidaknya dua seri balapan. Di era MotoGP, Nicky Hayden, mantan pembalap Amerika Serikat yang sudah tutup usia, menjadi juara dunia dengan jumlah kemenangan paling sedikit. Tepatnya pada musim 2006 dengan dua kemenangan saja.

Di sisi lain, performa mesin para rider juga menentukan perebutan gelar musim 2020. Tahun ini, setiap rider mendapat lima mesin untuk 14 balapan. Pada musim sebelum Covid-19, tiap pembalap diberi jatah tujuh mesin untuk setidaknya 20 seri.

Para pembalap papan atas sudah menggunakan semua jatah mesinnya. Sebagian besar pembalap maupun teknisi tim enggan membicarakan jumlah kilometer yang sudah ditempuh tiap mesin. Meski begitu, Mir menyebut GSX-RR Suzuki miliknya mulai kehilangan performa terbaik. ’’Saat membalap dengan mesin bekas, ada sesuatu yang yang bisa aku rasakan,’’ katanya setelah GP Teruel Oktober lalu.

Sementara itu, Yamaha yang tampil cepat pada sesi latihan bebas dan kualifikasi punya konfidensi tinggi. M1 Yamaha ternyata tak kalah cepat dengan GSX-RR di tikungan lurus. Salah seorang penunggang Yamaha, Franco Morbidelli, berhasil tampil konsisten dan memenangi GP Teruel di Motorland Aragon sebelumnya.

Dengan gap 25 poin dari Mir, Morbidelli percaya diri bisa kembali tampil kompetitif di Valencia. ’’Aku ingin tampil agresif pada tiga seri final di Valencia dan Portimao,’’ ucapnya dalam situs resmi MotoGP. Selain Morbidelli, rekan setimnya, Quartararo, juga berupaya mengulang capaian musim lalu saat berhasil finis di podium GP Valencia.

Di sisi lain, kemarin Repsol Honda memastikan jagoan mereka, Marc Marquez, kembali absen pada GP Eropa akhir pekan ini. Kondisi fisik Marquez dinyatakan belum pulih sepenuhnya. ’’Stefan Bradl akan kembali membalap bersama Repsol Honda di GP Eropa.’’ Demikian pernyataan resmi HRC.

Marquez absen pada sembilan balapan beruntun. Pada race perdana di Jerez, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya cedera lengan kanan dan harus menjalani operasi. Sepekan berikutnya, dia sempat memaksakan tampil di latihan bebas. Namun, akhirnya Marquez memutuskan absen dari balapan lantaran kondisinya belum pulih 100 persen. (nap/c18/dra)

Editor : izak-Indra Zakaria
#motogp