BAYERN Muenchen butuh memenangi laga kontra FSV Mainz 05 malam ini (24/4) bukan semata demi Meisterschale ke-31 dalam histori klub. Melainkan juga supaya Manuel Neuer dkk bisa tenang mengakhiri tiga spieltag pemungkas.
Sebab, regulasi terbaru dari DFL (otoritas kompetisi Jerman) mengharuskan semua kontestan Bundesliga dan 2.Bundesliga menjalani karantina dalam tiga spieltag pemungkas.
Regulasi itu dipicu skuad Hertha BSC yang dikarantina sejak pekan lalu akibat empat penggawanya positif Covid-19. Hal itu membuat tiga spieltag mereka ditunda sehingga Hertha bakal menjalani rangkaian agenda padat untuk bisa sama jumlah pertandingannya dengan klub lain. Die Alte Dame diagendakan menjalani empat laga dalam rentang waktu sembilan hari.
Kebijakan karantina yang diambil DFL pun bertujuan meminimalkan kejadian Hertha terulang pada tim lain. ”Kami ingin agar kompetisi selesai tepat waktu (pada 23 Mei mendatang, Red),” tulis DFL dalam rilis resmi kemarin (23/4).
Menyelesaikan kompetisi tepat waktu juga mempertimbangkan bakal dihelatnya Euro 2020 mulai 12 Juni nanti. Jika makin banyak sisa spieltag yang tertunda, jeda dengan Euro semakin pendek. Itu bisa mengakibatkan pemain kelelahan ketika tampil di ajang antarnegara Eropa tersebut.
Peraturan DFL itu juga sesuai dengam rekomendasi dari semacam satgas penanggulangan Covid-19 di Jerman. Ada dua tahap yang harus dilakukan semua tim untuk mengikuti peraturan tersebut. Tahap pertama mengharuskan aktivitas semua pemain hanya berkisar di markas latihan, stadion, dan rumah mulai 3 Mei nanti.
Pada langkah kedua, semua orang memasuki kamp pelatihan karantina mulai 12 Mei. Artinya, semua pemain menjalani karantina selama sebelas hari. Dalam masa ”lockdown” tersebut, setiap individu hanya akan meninggalkan karantina dengan catatan ada kejadian luar biasa karena tugas profesional tertentu.
”Bayern menyambut baik keputusan DFL. Kesehatan harus selalu diutamakan,’’ ucap wakil CEO Bayern Jan-Christian Dreesen di laman resmi klub. (io/c17/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria