Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Percuma Unggul Penguasaan Bola

izak-Indra Zakaria • Kamis, 17 Juni 2021 - 00:33 WIB
Alvaro Morata buang buang peluang saat melawan Swedia.
Alvaro Morata buang buang peluang saat melawan Swedia.

SEVILLA– Lima tembakan on-target. Penguasaan bola juga sangat dominan. Yakni, mencapai 85,1 persen. Namun, Spanyol tetap gagal menaklukkan Swedia pada matchday pertama grup E di Estadio de la Cartuja kemarin. Alvaro Morata pun menjadi kambing hitam atas kegagalan Spanyol meraih hasil maksimal. Alvarito –julukan Morata– dicap sebagai pesakitan. Momen itu terjadi ketika dia ditarik ke luar pada menit ke-66. Morata digantikan gelandang serang Pablo Sarabia.

Kekesalan pendukung La Furia Roja –julukan Spanyol– bisa dipahami. Sebab, setidaknya Morata membuang dua peluang emas yang 90 persen bisa jadi gol. Yaitu, pada menit ke-38 dan 49. Kegagalan pada menit ke-38 paling disayangkan. Sepakan kaki kanannya melebar di sisi kiri gawang Swedia yang dijaga Robin Olsen. Padahal, Morata berada dalam posisi bebas. Berhadapan satu lawan satu dengan Olsen.

Dalam kegagalan pada menit ke-49, meski posisi tidak sebaik menit ke-38, Morata seharusnya bisa menuntaskannya menjadi gol. Saat itu dia berada sejajar dengan lini belakang Swedia. Morata berhasil memanfaatkan operan bek kiri Jordi Alba sebelum melepaskan sepakan kaki kanan. Namun, lagi-lagi, sepakannya melebar. Kali ini di sisi kanan.

Performa jebolan akademi Real Madrid itu memperburuk produktivitasnya bersama Spanyol dalam setahun terakhir. Dia hanya mencetak dua gol dari delapan laga. Padahal, salah satu faktor yang membuat Morata masuk skuad Spanyol pada Euro kali ini adalah penampilannya bersama Juventus musim lalu yang mencetak 20 gol dan 12 assist dalam 44 laga di semua ajang.

Mandulnya Morata kemarin seolah menodai laga ”sempurna” Spanyol. Betapa tidak, penguasaan bola sebanyak 85,1 persen adalah yang tertinggi dalam sejarah ajang antarnegara Benua Biru tersebut. Belum lagi 954 operan dan 17 tendangan yang dilakukan Spanyol sepanjang laga.

Namun, kegagalan Spanyol mencetak gol tidak melulu disebabkan apesnya Morata memanfaatkan peluang. Setidaknya ada dua pemain lagi yang bertanggung jawab. Mereka adalah gelandang Koke dan wide attacker Dani Olmo. Dua pemain itu setidaknya memiliki masing-masing dua peluang. Yakni, pada menit ke-16 dan 45 untuk Olmo dan menit ke-23 dan 29 untuk Koke. Bahkan, Olmo kemarin tercatat melepaskan lima tembakan. Menyamai striker Polandia Robert Lewandowski sebagai pemain dengan tembakan terbanyak tanpa gol dalam satu laga di Euro kali ini.

”Kurasa Morata bermain bagus. Dia hanya tidak beruntung. Untuk taktik bertahan Swedia, itu sah-sah saja. Di sisi lain, kami gagal (membongkarnya, Red),” ujar entrenador Spanyol Luis Enrique kepada Sky.

Sebetulnya bukan hanya Morata yang menerima kecaman. Bomber Swedia Marcus Berg juga mendapat tekanan di dunia maya. Sebab, Berg gagal memaksimalkan peluang matang di babak kedua. ”Marcus Berg mungkin memiliki peluang paling berbahaya dalam pertandingan itu,” kata pelatih Swedia Janne Andersson.

”Namun, secara keseluruhan saya tidak bisa berkomentar apa-apa selain puas karena kami bermain sangat baik dan mengembangkan fleksibilitas taktis yang baik. Saya pikir kami bisa saja kalah dalam pertandingan. Namun, kami juga bisa memenangi pertandingan. Sebab, kami juga memiliki beberapa peluang,” paparnya. (io/c14/bas)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa