SLEMAN – “Ketika bermain di kandang, Stadion Jatidiri, PSIS adalah tim yang kuat,’’ ucap pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius. Itu dibuktikan dari delapan laga yang dimainkan di kandang, Mahesa Jenar hanya kalah sekali. Sisanya, enam kali menang dan sekali imbang.
PSIS yang kuat ketika bermain di kandang ingin ditularkan saat laga away. Termasuk ketika dijamu oleh RANS Nusantara FC sore nanti di Stadion Maguwoharjo, Sleman. ’’Jika juga konsisten menang di laga away, akan jadi musim bagus untuk PSIS,’’ lanjutnya.
Jika berhasil mendapat tiga poin sore nanti, Septian David dkk akan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 2023–2024. Punya peluang besar untuk masuk ke babak selanjutnya.
Tapi, Gilbert menyebut tidak akan mudah menang melawan RANS. ’’Lihat saja bagaimana mereka bermain di awal musim. Pelatih mereka, Eduardo (Almeida), juga sangat berpengalaman di Indonesia,’’ bebernya.
Eduardo punya segudang taktikal yang menurutnya luar biasa. Itu didukung dari mayoritas pemain asing dari Portugal yang merupakan pilihan mantan pelatih Arema FC itu sendiri. ’’Ini akan jadi pertandingan yang sulit bagi kami,’’ ujarnya.
Di kubu lawan, pelatih RANS Nusantara FC Eduardo Almeida mengatakan, melawan PSIS akan jadi ujian berat bagi timnya. Sebab, dalam dua pertandingan sebelumnya tim berjuluk Magenta Force itu belum meraih kemenangan.
Eduardo mengaku sudah menyiapkan strategi jitu untuk mendapatkan tiga poin. Menurut dia, anak asuhnya juga sudah bekerja sangat keras menyambut pertandingan sore nanti. ’’Mereka bagus di individu dan kolektif. Yang jelas, kami harus fokus menjaga semua pemain lawan,’’ pungkasnya. (rid/c17/ali/jpg/er/k8)