MADRID – Federasi Internasional Balap Motor (FIM) resmi menetapkan perubahan krusial dalam regulasi keselamatan yang akan mengubah wajah kompetisi MotoGP mulai musim 2026. Salah satu poin paling signifikan dalam aturan baru tersebut adalah larangan keras bagi pembalap untuk menyalakan ulang mesin motor di area run-off lintasan setelah mengalami insiden.
Selama bertahun-tahun, pemandangan pembalap yang terjatuh dan dibantu para petugas lintasan (marshal) untuk menghidupkan kembali mesin motor agar bisa melanjutkan balapan adalah hal lumrah. Namun, melalui evaluasi mendalam, FIM menilai praktik tersebut menyimpan risiko keselamatan yang sangat tinggi, terutama bagi para petugas yang berada sangat dekat dengan lintasan aktif.
Dilansir dari laman GPOne, FIM memandang interaksi antara pembalap, mesin, dan marshal di area yang tidak terlindungi pembatas sangat berbahaya, terutama saat balapan masih berlangsung dalam kecepatan tinggi. Potensi kecelakaan lanjutan atau tertabrak oleh pembalap lain yang kehilangan kendali menjadi dasar utama lahirnya pembatasan tegas ini.
Dalam aturan baru tersebut, setiap pembalap yang mengalami kecelakaan dan mesin motornya mati diwajibkan untuk segera kembali ke pit lane. Upaya menyalakan mesin hanya diperbolehkan jika dilakukan di area yang dinyatakan sepenuhnya aman, seperti di belakang pembatas lintasan atau zona keselamatan khusus. Meski mesin berhasil dihidupkan, pembalap tetap tidak diperbolehkan langsung memacu motor kembali ke lintasan balap, melainkan harus menuju ke area pit.
Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Komisi Grand Prix dan Komisi Superbike. FIM pun telah menyosialisasikan aturan tersebut kepada seluruh federasi nasional, promotor, serta otoritas balap dunia agar penerapannya dapat berjalan seragam pada musim balap 2026 mendatang.
Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi besar FIM menuju era balap motor yang lebih aman dan berkelanjutan. Selain regulasi area run-off ini, FIM dikabarkan tengah menyiapkan rangkaian regulasi teknis yang lebih radikal untuk menyambut musim 2027, di mana faktor keselamatan manusia di atas lintasan tetap menjadi prioritas tertinggi. (*)
Editor : Indra Zakaria