Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BRILink Agen di Banyuasin Perkuat Akses Keuangan Warga Desa Hingga Pelosok

Rahman Hakim • 2026-01-05 14:19:16
Photo
Photo

PROKAL.CO, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah pelosok melalui jaringan BRILink Agen. Inisiatif ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan perbankan formal.

Salah satu contoh nyata hadir di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Di wilayah tersebut, Toko Shafa yang dikelola oleh Tashadi berperan sebagai BRILink Agen yang mempermudah berbagai transaksi keuangan masyarakat sekitar.

Tashadi mulai bergabung sebagai BRILink Agen sejak 2019. Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi geografis desa yang mengharuskan warga menyeberangi Sungai Musi untuk mencapai kantor unit BRI terdekat.

Jarak yang jauh, waktu tempuh panjang, serta biaya transportasi menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan.

Kehadiran BRILink Agen pun membawa perubahan signifikan. Kini, masyarakat desa dapat melakukan transaksi keuangan secara lebih cepat, praktis, dan efisien tanpa harus bepergian jauh. Mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer uang, pembayaran listrik, pembelian token, hingga pembayaran cicilan dapat dilakukan langsung di desa.

“Tanggapan masyarakat sangat positif. Dengan adanya BRILink Agen, warga tidak perlu menyeberang sungai sehingga biaya bisa ditekan. Pelayanan juga tidak perlu antre dan tetap buka saat hari libur,” ujar Tashadi.

Dalam kesehariannya, layanan BRILink Agen Toko Shafa beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Jam layanan yang panjang membuat masyarakat semakin mudah menyesuaikan waktu transaksi dengan aktivitas mereka. Selain itu, Tashadi juga kerap menjadi penghubung antara warga desa dan Mantri BRI ketika masyarakat membutuhkan akses pembiayaan usaha.

Sebagai agen yang berinteraksi langsung dengan warga, Tashadi merasakan dampak sosial dari kehadiran BRILink Agen. Banyak masyarakat yang kini lebih mudah mengirimkan uang kepada anggota keluarga yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Yang paling saya rasakan adalah bisa membantu orang lain. Sekarang warga cukup datang ke sini untuk kirim uang atau transaksi lainnya. Layanan jadi lebih dekat dan bisa diakses kapan saja,” tuturnya.

Selain mengelola BRILink Agen, Tashadi juga menjalankan sejumlah usaha lain seperti bertani, menjual LPG 3 kilogram, serta menyediakan produk herbal. Keberadaan BRILink Agen turut memberikan tambahan pendapatan sekaligus memperkuat peran ekonomi keluarga. Ia juga aktif dalam paguyuban BRILink Agen sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antaragen.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pengembangan BRILink Agen merupakan bentuk penerapan konsep sharing economy di sektor keuangan. Melalui skema kemitraan ini, masyarakat dilibatkan secara langsung sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan.

“Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di tingkat lokal. Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran BRILink Agen sebagai simpul layanan keuangan berbasis komunitas,” jelas Dhanny.

Hingga akhir November 2025, BRI telah memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjangkau lebih dari 66.500 desa, atau lebih dari 80% total desa nasional. Melalui jaringan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi sekitar 1 miliar transaksi keuangan dengan total nilai mencapai Rp1.592 triliun.

Capaian tersebut menegaskan peran strategis BRI dalam mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi lokal, serta menghadirkan layanan perbankan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Editor : Rahman Hakim
#sharing economy #bri #BRILink Agen #bbri #inklusi keuangan