PROKAL.CO, BANJARMASIN — Kemenangan tipis 1-0 Barito Putera atas Persiku Kudus di Stadion 17 Mei tidak hanya menghasilkan tiga poin penting bagi Laskar Antasari. Laga ini menjadi gambaran nyata tantangan baru yang harus dihadapi Barito Putera sebagai pemuncak klasemen Pegadaian Championship 2025/2026, yakni menghadapi lawan yang datang dengan strategi bertahan total atau low block.
Pelatih Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, mengakui bahwa posisi timnya di puncak klasemen membuat tim lawan kini cenderung bermain ekstra hati-hati. Persiku Kudus tampil dengan menumpuk banyak pemain di lini belakang menggunakan skema tiga bek tengah yang sangat rapat. Hal ini sempat membuat aliran bola Barito terputus dan kesulitan menembus kotak penalti sepanjang babak pertama.
Teco menilai timnya membutuhkan dukungan lebih dari lini tengah dan kombinasi permainan jarak pendek yang lebih tajam untuk membongkar pertahanan berlapis tersebut. Menurutnya, jeda antarbabak menjadi momen penting bagi tim untuk melakukan koreksi taktis. Hasilnya terlihat pada menit ke-53 saat Rizky Pora berhasil memecah kebuntuan melalui penyesuaian intensitas serangan dan pemanfaatan lebar lapangan yang lebih efektif.
Menariknya, Teco mengungkapkan bahwa strategi bertahan yang diterapkan Persiku bukanlah hal yang mengejutkan, meski ini kali pertama tim tersebut menggunakan skema tiga bek saat berhadapan dengan Barito. Ia menekankan bahwa skuad Laskar Antasari harus memiliki variasi serangan yang lebih kaya, baik saat menghadapi lawan dengan dua bek maupun tiga bek, agar tidak mudah terbaca oleh lawan.
Selain aspek taktik, Teco juga menyoroti kematangan mental para pemainnya. Bermain di bawah tekanan suporter sendiri melawan tim yang bertahan total menuntut keseimbangan antara semangat juang dan kontrol emosi. Baginya, kemenangan ini menjadi pelajaran berharga bahwa sebagai tim yang kini "diburu" di puncak klasemen, Barito Putera harus siap menghadapi segala bentuk perlawanan pragmatis demi menjaga konsistensi hingga akhir musim. (*)
Editor : Indra Zakaria