Dalam penelitian terbaru, Tom Watters bersama tim menyatakan bahwa gempa dahsyat yang terjadi di bulan, terjadi karena patahan seismik aktif, yang terjadi pada saat bulan menyusut. Selain itu, gempa tersebut memicu tanah longsor karena batuan lepas dan debu dari kawah di sekitar lokasi tersebut.
Sedangkan penelitian yang lain menyatakan bahwa belum cukup informasi dalam menentukan tempat berbahaya untuk melakukan pendaratan di bulan.
Bagaimana Penyusutan di Bulan dapat Menyebabkan Gempa? Pengukuran bulan dapat diukur dan diameternya mengalami penyusutan sekitar 150 kaki selama beberapa ratus juta tahun terakhir. Penyusutan terjadi akibat pendinginan alam inti cairan bulan. Saat inti bulan mendingin, permukaan bulan terjadi kontraksi dan menyesuaikan diri dengan perubahan volume.
Tarikan gravitasi bumi di bulan, juga memberikan gaya pada permukaan bulan, sehingga akan menambah tekanan dan membantu membentuk patahan dorongan di bulan.
Tom Watters menyatakan bahwa, bumi tidak mengalami penyusutan seperti ini. Inti cair bumi cenderung mendingin, tetapi kerak bumi terbuat dari lempeng-lempeng tektonik.Hal tersebut tidak sama seperti bulan, yang hanya memiliki lempeng tunggal. Energi dari inti bumi menggerakkan lempeng-lempeng tersebut atau dilepaskan melalui letusan gunung berapi.
Sehingga, penyusutan bulan mempunyai dampak yang tidak berarti bagi bumi, perubahan ukuran tidak akan mengubah terjadinya gerhana, sehingga pasar surut air laut di bumi tidak terpengaruh. Tom Watters juga menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi penduduk bumi untuk khawatir dengan menyusutnya bulan, kecuali penduduk bumi pindah ke bulan. (*)