Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Setiap Sepekan, Level PPKM Bakal Dievaluasi

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 30 Juli 2021 - 19:00 WIB
PANTAU: Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina saat melakukan kunjungan ke sejumlah Pos PPKM di Banjarmasin, Rabu (28/7). | FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN
PANTAU: Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina saat melakukan kunjungan ke sejumlah Pos PPKM di Banjarmasin, Rabu (28/7). | FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA berharap level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalsel segera turun. Khususnya, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru yang memasuki level IV.

“Kita berharap PPKM level IV ini tidak lama, harapannya kita bisa turun ke level I atau II.” ucapnya saat melakukan kunjungan ke sejumlah Pos PPKM di Banjarmasin, Rabu (28/7).

Menurutnya, tujuan dari PPKM ialah untuk membatasi mobilitas masyarakat, yang diharapkan dapat menurunkan angka penularan.

Lebih lanjut disampaikan Safrizal, apabila angka penularan menurun, rumah sakit tidak lagi terbebani dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. "Sehingga, angka kesembuhan dapat naik, dan dapat menurunkan positivity serta fatality rate," ucapnya.

Dia mengungkapkan, pemberlakuan PPKM ini akan dievaluasi setiap sepekan sekali. Dan apabila positivity serta fatality rate menurun cepat, bukan tidak mungkin PPKM akan diakhiri sebelum 8 Agustus. “Kita lihat kinerja kita semua, kita lihat kepatuhan dari masyarakat," ungkapnya.

Ditanya terkait bantuan, Safrizal menuturkan, bantuan baik berupa beras maupun bantuan langsung tunai sudah dibagikan sejak beberapa hari yang lalu.

Bantuan beras merupakan kerjasama antara BULOG dan PT Pos Indonesia, sedangkan BLT akan dibagikan PT Pos Indonesia.

Safrizal mengingatkan pihak penyalur bantuan terkait, untuk menggunakan data penerima bantuan yang valid dan tepat sasaran. “Kita sudah minta BULOG, PT Pos dan Pemda untuk rapat menentukan data yang valid. Kalau ada yang miss atau belum dapat, nanti akan dicover oleh Bansos kab/kota atau provinsi," ujarnya.

Dia juga meminta agar bantuan jangan sampai tumpang tindih. Serta, jangan sampai yang berhak malah tidak dapat. "Pengecekkan data dan progres kita lakukan setiap hari agar bantuan cepat dibagikan dan tepat sasaran,” tambahnya.

Terkait mitigasi dan pencegahan, Safrizal mengatakan Pemprov dan Pemda sudah menyiapkan tambahan bed. Baik di rumah sakit milik Pemprov, maupun Pemda.

Pun stok oksigen dikatakan Safrizal juga cukup, dan diharapkan proses distribusi terus berjalan lancar agar tidak terjadi kekurangan di rumah sakit

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat yang merasa terpapar untuk melaporkan diri ke Satgas Covid-19 setempat. "Ini agar terus dapat dilakukan pemantauan dan pemberian bantuan medis apabila diperlukan," paparnya.

Karena menurutnya, kematian akibat covid rata-rata disebabkan oleh keterlambatan penanganan rumah sakit.

Dirinya juga mengingatkan, apabila ada masyarakat di lingkungan sekitarnya yang isoman, agar dibantu dan diperhatikan bukan diabaikan.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin berharap, PPKM level IV di Banjarbaru bisa menekan angka kasus Covid-19, jumlah meninggal dunia dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. "Sehingga, level kita turun dan PPKM level IV tidak diperpanjang," harapnya.

PPKM level IV di Banjarbaru sendiri ucapnya hanya digelar sampai 2 Agustus, itu setelah keluarnya instruksi dari Presiden RI. Padahal, awalnya pemberlakukan pembatasan mirip dengan PPKM darurat ini dijadwalkan hingga 8 Agustus.

"Dalam penerapannya, PPKM juga tidak ada penyekatan. Yang ada cuma titik pemeriksaan. Kalau disekat, orang tidak dapat masuk sama sekali," ucapnya.

Namun, dia mengungkapkan, pemeriksaan bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Banjarbaru masih secara situasional atau tidak berjadwal. "Melihat situasi, kalau kendaraan padat baru akan ada pemeriksaan. Dan ini terus kita evaluasi," ungkapnya.

Titik pemeriksaan kata dia hanya ada dua, yakni di Bundaran Simpang 4 Banjarbaru dan Bundaran di Landasan Ulin. "Nanti dievaluasi. Kalau memang banyak pelanggaran dan lain-lain, mungkin akan ditambah," pungkasnya.

Di sisi lain, jumlah kasus Covid-19 di Kalsel ternyata terus melonjak. Kemarin (29/7) Satgas Covid-19 Kalsel melaporkan, di Banua ditemukan hampir seribu kasus baru: 913 kasus. Lagi-lagi Banjarmasin menjadi penyumbang terbanyak dengan 212 kasus. Kemudian Banjarbaru, 132 kasus; Banjar, 120 kasus; Tanah Laut, 107 kasus; Barito Kuala, 99 kasus.

Lalu, Tanah Bumbu, 72 kasus; Tapin, 46 kasus; Balangan, 35 kasus; Hulu Sungai Tengah, 33 kasus; Hulu Sungai Selatan, 30 kasus; Hulu Sungai Utara, 18 kasus; Kotabaru, 5 kasus dan Tabalong 4 kasus.

Selain kasus baru yang bertambah signifikan, angka kematian juga melonjak. Kemarin ada 20 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Terbanyak di Banjarmasin, dengan sembilan orang. Lalu, Tanah Bumbu, 5 dan Banjarbaru, 2. Serta, Balangan, HSU, HST dan Batola masing-masing satu orang.

Dengan tambahan hampir seribu kasus, maka total orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel menjadi 46.323. Dengan rincian, sembuh 37.672, dirawat 7.374, dan meninggal 1.277. (ris/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona