SAMPIT – Aroma khas yang menyengat namun menggoda mulai menyelimuti sudut-sudut strategis Kota Sampit dalam dua pekan terakhir. Kehadiran durian di pinggir jalan menjadi sinyal kuat bahwa musim yang paling dinanti para pencinta buah eksotis ini telah resmi tiba di akhir tahun 2025.
Pantauan di lapangan menunjukkan lapak-lapak musiman kini menjamur di berbagai titik keramaian, mulai dari Jalan Gatot Subroto, kawasan Taman Kota, hingga Terowongan Nur Mentaya.
Bagi para pedagang seperti Dadang, musim durian adalah momen "panggilan" tahunan. Sudah dua minggu ia menggelar lapak di Jalan Gatot Subroto, titik yang menurutnya paling potensial mendatangkan pembeli.
"Kalau sudah masuk musimnya, rasanya ada panggilan sendiri untuk jualan. Antusiasme warga luar biasa karena mereka rindu rasa durian lokal yang legit," ujar Dadang saat ditemui, Rabu (24/12/2025).
Harga durian saat musim, ada paket hemat dimana duit Rp100.000 untuk 3 buah ukuran sedang. Sementara untuk kualitas premium, Rp80.000 per buah untuk ukuran besar dengan daging buah pilihan.
Durian yang membanjiri Kota Sampit saat ini mayoritas didatangkan langsung dari kebun warga di Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga. Karena jarak tempuh yang singkat, buah-buah ini tiba di tangan konsumen dalam kondisi sangat segar.
Kepopuleran durian asal Cempaga ini membuat stok di lapak pedagang seringkali ludes sebelum malam tiba. "Kalau buahnya lagi bagus-bagusnya, cepat sekali habis. Kadang sore saja sudah sisa sedikit," tambah Dadang.(*)
Editor : Indra Zakaria